Sudah kalah, cagub jalur independen nombok
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 17:22 WIB
Sudah kalah, cagub jalur independen nombok
A
A
A
Sindonews.com - Tidak seperti pasangan calon gubernur (cagub) dari jalur partai politik yang mendapat sumbangan dana puluhan miliar, pasangan cagub dari independen justru nombok.
Seperti dialami dua pasangan cagub jalur independen Fasial Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandi-Ahmad Riza.
Dari hasil audit akuntan publik yang disampaikan ke KPU DKI, diketahui adanya defisit antara bantuan dan anggaran yang dikeluarkan untuk kampanye oleh kedua pasangan itu.
Diketahui, pasangan calon Hendardji Soepandi mendapatkan dana sebesar Rp3.024.750.000. Sedangkan, dana pengeluaran kampanye mereka mencapai Rp3.250.325.650.
Sementara itu pasangan Faisal Biem mendapatkan dana kampanye sebesar Rp4.158.625.868 sedangkan pengeluaran kampanye mencapai Rp5.083.789.575.
Ketua KPUD Dahliah Umar mengatakan, pihaknya tidak mendapatkan penjelasan secara detail mengenai bagaimana para cagub itu mengatasi defisit itu. Menurut dia, KPU hanya menerima laporan angka-angka.
“Memang seperti itu laporannya tapi tidak dilaporkan cara mereka menutupi kekurangan. Dan tidak disampaikan kepada kami,“ kata Dahliah Umar kepada wartawan di kantor KPUD DKI Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Seperti dialami dua pasangan cagub jalur independen Fasial Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandi-Ahmad Riza.
Dari hasil audit akuntan publik yang disampaikan ke KPU DKI, diketahui adanya defisit antara bantuan dan anggaran yang dikeluarkan untuk kampanye oleh kedua pasangan itu.
Diketahui, pasangan calon Hendardji Soepandi mendapatkan dana sebesar Rp3.024.750.000. Sedangkan, dana pengeluaran kampanye mereka mencapai Rp3.250.325.650.
Sementara itu pasangan Faisal Biem mendapatkan dana kampanye sebesar Rp4.158.625.868 sedangkan pengeluaran kampanye mencapai Rp5.083.789.575.
Ketua KPUD Dahliah Umar mengatakan, pihaknya tidak mendapatkan penjelasan secara detail mengenai bagaimana para cagub itu mengatasi defisit itu. Menurut dia, KPU hanya menerima laporan angka-angka.
“Memang seperti itu laporannya tapi tidak dilaporkan cara mereka menutupi kekurangan. Dan tidak disampaikan kepada kami,“ kata Dahliah Umar kepada wartawan di kantor KPUD DKI Jakarta, Jumat (3/8/2012).
(lns)