Masih ada makanan kedaluarsa di swalayan
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 15:19 WIB
Masih ada makanan kedaluarsa di swalayan
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan razia terhadap makanan di sejumlah pasar swalayan. Kali ini, DKP DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, menemukan makanan kedaluarsa di sebuah swalayan sekitar Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.
Petugas yang melakukan uji laboratorium di mobil labkesmavet, menemukan produk sosis dalam kemasan yang kedaluarsa. Pasalnya, hasil tes eber menunjukkan telah terjadi fase pembusukan pada produk makanan itu.
"Kami minta pengelola untuk menarik produk itu," kata Kepala Seksi Pengawasan, dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jaktim Sabdo Kurnianto di Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Diketahui, pada kemasan sosis itu tertera tanggal kedaluarsa jatuh pada 7 Agustus 2012. Seharusnya, menurut Sabdo, produk itu tidak boleh lagi diperjualbelikan dua minggu sebelum tanggal kedaluarsa.
Dia juga menegaskan, harusnya para pelaku usaha harusnya bisa lebih bertanggung jawab dalam memilih kualitas dagangannya. "Kuncinya ada di pelaku usaha, bagaimana supaya dia berdagang dengan barokah. Rata-rata pelaku usaha ini maunya kan untung besar," tandasnya.
Petugas yang melakukan uji laboratorium di mobil labkesmavet, menemukan produk sosis dalam kemasan yang kedaluarsa. Pasalnya, hasil tes eber menunjukkan telah terjadi fase pembusukan pada produk makanan itu.
"Kami minta pengelola untuk menarik produk itu," kata Kepala Seksi Pengawasan, dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jaktim Sabdo Kurnianto di Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Diketahui, pada kemasan sosis itu tertera tanggal kedaluarsa jatuh pada 7 Agustus 2012. Seharusnya, menurut Sabdo, produk itu tidak boleh lagi diperjualbelikan dua minggu sebelum tanggal kedaluarsa.
Dia juga menegaskan, harusnya para pelaku usaha harusnya bisa lebih bertanggung jawab dalam memilih kualitas dagangannya. "Kuncinya ada di pelaku usaha, bagaimana supaya dia berdagang dengan barokah. Rata-rata pelaku usaha ini maunya kan untung besar," tandasnya.
(lil)