Banjir di Maluku bisa jadi bencana nasional
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 14:10 WIB
Banjir di Maluku bisa jadi bencana nasional
A
A
A
Sindonews.com - Bencana banjir dan longsor yang bersamaan akibat cuaca buruk di Provinsi Maluku beberapa waktu lalu bisa dikatakan sebagai bencana nasional.
Menurut Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaf mengatakan bencana banjir dan longsor terjadi secara masif di tiga pulau besar di Maluku yakni Pulau Ambon, namun juga terjadi di Pulau Buru dan Pulau Seram yang melibatkan empat kabupaten dan kota.
Menurutnya, bencana ini bisa disebut bencana nasional. Situasi bencana juga harus ditanggulangi oleh negara.
"Bencana banjir dan longsor ini juga terjadi di Pulau Seram, Pulau Buru, dan Pulau Ambon, yang memakan korban jiwa dan ribuan rumah terendam air dan rusak. Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait," ungkap Said Assagaf menjelaskan kepada wartawan, Jumat (3/8/2012).
Pemerintah Provinsi Maluku meminta agar kementerian terkait, di antaranya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) agar dapat ikut membantu pembangunan rumah warga yang rusak parah.
Di Kota Ambon saja tercatat 1.700 rumah terendam air dan rusak akibat longsor dan banjir, 60 rumah hancur, 3.500 warga terpaksa mengungsi, 12 orang tewas, enam luka parah. Sedangkan di kabupaten lain belum bisa terdata akibat akses jalan yang terputus dan komunikasi yang sulit.
Menurut Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaf mengatakan bencana banjir dan longsor terjadi secara masif di tiga pulau besar di Maluku yakni Pulau Ambon, namun juga terjadi di Pulau Buru dan Pulau Seram yang melibatkan empat kabupaten dan kota.
Menurutnya, bencana ini bisa disebut bencana nasional. Situasi bencana juga harus ditanggulangi oleh negara.
"Bencana banjir dan longsor ini juga terjadi di Pulau Seram, Pulau Buru, dan Pulau Ambon, yang memakan korban jiwa dan ribuan rumah terendam air dan rusak. Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait," ungkap Said Assagaf menjelaskan kepada wartawan, Jumat (3/8/2012).
Pemerintah Provinsi Maluku meminta agar kementerian terkait, di antaranya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) agar dapat ikut membantu pembangunan rumah warga yang rusak parah.
Di Kota Ambon saja tercatat 1.700 rumah terendam air dan rusak akibat longsor dan banjir, 60 rumah hancur, 3.500 warga terpaksa mengungsi, 12 orang tewas, enam luka parah. Sedangkan di kabupaten lain belum bisa terdata akibat akses jalan yang terputus dan komunikasi yang sulit.
(azh)