Tim Jokowi: Bang Rhoma sedang khilaf
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 14:05 WIB
Tim Jokowi: Bang Rhoma sedang khilaf
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan Jokowi Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak mau berburuk sangka terhadap pedangdut Rhoma Irama yang terbukti telah memberikan ceramah berbau isu SARA terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Tim Advokasi Jokowi-Ahok yakin, apa yang disampaikan penyanyi juga pendakwah cukup terkenal itu tidak sesuai hati dan nuraninya. Barangkali, ada
faktor eksternal sehingga memaksa Rhoma berbuat seperti itu.
“Mungkin saat itu beliau sedang khilaf, karena sedang ditekan tim kampanyenya. Mungkin juga karena dia telah slip of tongue,“ ujar Tim Advokasi Denny Iskandar usai rapat tertutup dengan Panwaslu DKI, di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Menurut Denny, kubunya tetap akan memaafkan apa yang telah dilakukan Rhoma itu. Namun, pihaknya juga menyayangkan dan menyesalkan sikap Rhoma yang selama ini dikenal menjunjung tinggi pluraritas.
Pihaknya tak menginginkan Rhoma meminta maaf secara berlebihan. Yang penting, Rhoma bisa memperbaiki dan tak mengulangi.
“Jika memang bersalah, lebih baik kembali berceramah dengan benar, di tempat dia berceramah waktu itu. Tidak perlu gembar-gembor di media," tuturnya.
Tim Advokasi Jokowi-Ahok yakin, apa yang disampaikan penyanyi juga pendakwah cukup terkenal itu tidak sesuai hati dan nuraninya. Barangkali, ada
faktor eksternal sehingga memaksa Rhoma berbuat seperti itu.
“Mungkin saat itu beliau sedang khilaf, karena sedang ditekan tim kampanyenya. Mungkin juga karena dia telah slip of tongue,“ ujar Tim Advokasi Denny Iskandar usai rapat tertutup dengan Panwaslu DKI, di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Menurut Denny, kubunya tetap akan memaafkan apa yang telah dilakukan Rhoma itu. Namun, pihaknya juga menyayangkan dan menyesalkan sikap Rhoma yang selama ini dikenal menjunjung tinggi pluraritas.
Pihaknya tak menginginkan Rhoma meminta maaf secara berlebihan. Yang penting, Rhoma bisa memperbaiki dan tak mengulangi.
“Jika memang bersalah, lebih baik kembali berceramah dengan benar, di tempat dia berceramah waktu itu. Tidak perlu gembar-gembor di media," tuturnya.
(lns)