Ada teri berformalin di dalam mal
Kamis, 02 Agustus 2012 - 16:00 WIB
Ada teri berformalin di dalam mal
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menemukan lima kilo gram ikan teri yang mengandung formalin saat melakukan razia makanan Hypermart Cibubur Junction, dan Lotte Mart Pasarrebo.
Kasie Mutu Olahan dan Usaha Hasil Perikanan Dinas Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Rita Nirmala mengatakan, untuk pemeriksaan terhadap ikan, ditemukan hanya jenis ikan teri nasi basah yang mengandung formalin. Teri sebanyak lima kilo yang tengah dipajang di etalase Hypermart ini langsung disita untuk dimusnahkan.
"Dari sejumlah ikan yang kami periksa, hanya jenis ikan teri nasi segar yang positif mengandung formalin. Teri ini langsung kami musnahkan dan kami akan terus melakukan pembinaan terhadap supplier agar tidak menjual makanan yang mengandung formalin. Kami sebenarnya sudah mengawasi sejak di pelelangan ikan, diduga formalin ini dicampur di tengah perjalanan," katanya di Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur Sabdo Kurnianto mengatakan, razia terhadap daging, ayam, dan ikan yang mengandung formalin ini rutin dilakukan setiap Ramadan. Untuk kali ini merupakan yang pertama kalinya di bulan Ramadan tahun ini.
Seluruh daging yang diambil sampelnya langsung diperiksa menggunakan laboratorium Formalindehid Test milik Kesmavet dan Dinas Kelautan dan Perikanan.
"Ini pengawasan gabungan antara peternakan dan perikanan yang pertama kali di DKI di Ramadhan 1433H. Sasarannya adalah di Hypermart Cibubur Junction, kami cek atau uji formalin beberapa sampel daging, ikan, ayam di swalayan ini. Untuk pemeriksaan terhadap ayam dan daging menunjukkan negatif formalin. Pemeriksaan difokukan pada ayam kulit, ayam paha bawah, daging sop, daging giling spesial dan dendeng manis," ujar Sabdo Kurnianto.
Sementara itu, Store Manager Hypermart Cibubur Junction Pratomo Bernianto mengaku terkejut dengan adanya razia ini. Namun ia mengaku bersyukur karena pihaknya menjadi tahu akan adanya ikan teri yang mengandung formalin. Dia berjanji, ikan teri ini akan dimusnahkan, dan tidak diperjualbelikan lagi.
"Ikan teri ini dari supplier aneka laut, sudah rutin mengirim sejak empat tahun lalu. Kami tidak tahu kalau ada supplier nakal karena kan tidak memiliki alat uji. Kalau tahu ada formalin pasti kita tolak itu teri. Kita akan tegur supplier itu agar tak mengirim ikan berformalin lagi," tukasnya.
Kasie Mutu Olahan dan Usaha Hasil Perikanan Dinas Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Rita Nirmala mengatakan, untuk pemeriksaan terhadap ikan, ditemukan hanya jenis ikan teri nasi basah yang mengandung formalin. Teri sebanyak lima kilo yang tengah dipajang di etalase Hypermart ini langsung disita untuk dimusnahkan.
"Dari sejumlah ikan yang kami periksa, hanya jenis ikan teri nasi segar yang positif mengandung formalin. Teri ini langsung kami musnahkan dan kami akan terus melakukan pembinaan terhadap supplier agar tidak menjual makanan yang mengandung formalin. Kami sebenarnya sudah mengawasi sejak di pelelangan ikan, diduga formalin ini dicampur di tengah perjalanan," katanya di Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur Sabdo Kurnianto mengatakan, razia terhadap daging, ayam, dan ikan yang mengandung formalin ini rutin dilakukan setiap Ramadan. Untuk kali ini merupakan yang pertama kalinya di bulan Ramadan tahun ini.
Seluruh daging yang diambil sampelnya langsung diperiksa menggunakan laboratorium Formalindehid Test milik Kesmavet dan Dinas Kelautan dan Perikanan.
"Ini pengawasan gabungan antara peternakan dan perikanan yang pertama kali di DKI di Ramadhan 1433H. Sasarannya adalah di Hypermart Cibubur Junction, kami cek atau uji formalin beberapa sampel daging, ikan, ayam di swalayan ini. Untuk pemeriksaan terhadap ayam dan daging menunjukkan negatif formalin. Pemeriksaan difokukan pada ayam kulit, ayam paha bawah, daging sop, daging giling spesial dan dendeng manis," ujar Sabdo Kurnianto.
Sementara itu, Store Manager Hypermart Cibubur Junction Pratomo Bernianto mengaku terkejut dengan adanya razia ini. Namun ia mengaku bersyukur karena pihaknya menjadi tahu akan adanya ikan teri yang mengandung formalin. Dia berjanji, ikan teri ini akan dimusnahkan, dan tidak diperjualbelikan lagi.
"Ikan teri ini dari supplier aneka laut, sudah rutin mengirim sejak empat tahun lalu. Kami tidak tahu kalau ada supplier nakal karena kan tidak memiliki alat uji. Kalau tahu ada formalin pasti kita tolak itu teri. Kita akan tegur supplier itu agar tak mengirim ikan berformalin lagi," tukasnya.
(lil)