Polisi gagalkan pengiriman tuak
Kamis, 02 Agustus 2012 - 09:25 WIB
Polisi gagalkan pengiriman tuak
A
A
A
Sindonews.com - Polisi berhasil gagalkan pengiriman tuak yang rencananya akan didistribusikan ke sejumlah terminal di Bandung. Dalam penangkapan ini, Unit Reskrim Polsekta Cibeunying Kidul mengamankan 16 jerigen tuak.
Minuman keras yang termasuk golongan B tersebut dikirim dari Purwokerto, Jawa Tengah, untuk diedarkan di wilayah Bandung. Tuak itu rencananya dipasarkan ke kios-kios di Kota Bandung dalam kemasan jerigen.
Setelah itu, pedagang kios menjual tuak tersebut dengan kemasan per liter atau per gelas. Setiap jerigen tuak akan dijual seharga Rp70 ribu.
Selain menyita 16 jerigen tuak, polisi juga mengamankan BA dan FM yang menjadi kurir. Keduanya mengaku telah sepuluh kali melakukan pengiriman dari Purwokerto ke Bandung.
Kapolsekta Cibeunying Kidul Kompol Harli Herdian menjelaskan, awal pengungkapan bermula dari kecurigaan petugas patroli pada mobil Carry Suzuki ST hijau tua 1721 FT yang tampak berat saat berjalan.
“Saat diperiksa, anggota menemukan 16 jerigen yang isinya tuak. Setelah itu, anggota lalu membawa kendaraan itu ke markas,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (2/8/2012).
Minuman keras yang termasuk golongan B tersebut dikirim dari Purwokerto, Jawa Tengah, untuk diedarkan di wilayah Bandung. Tuak itu rencananya dipasarkan ke kios-kios di Kota Bandung dalam kemasan jerigen.
Setelah itu, pedagang kios menjual tuak tersebut dengan kemasan per liter atau per gelas. Setiap jerigen tuak akan dijual seharga Rp70 ribu.
Selain menyita 16 jerigen tuak, polisi juga mengamankan BA dan FM yang menjadi kurir. Keduanya mengaku telah sepuluh kali melakukan pengiriman dari Purwokerto ke Bandung.
Kapolsekta Cibeunying Kidul Kompol Harli Herdian menjelaskan, awal pengungkapan bermula dari kecurigaan petugas patroli pada mobil Carry Suzuki ST hijau tua 1721 FT yang tampak berat saat berjalan.
“Saat diperiksa, anggota menemukan 16 jerigen yang isinya tuak. Setelah itu, anggota lalu membawa kendaraan itu ke markas,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (2/8/2012).
(ysw)