Tidak ada pemilih yang rasional
Rabu, 01 Agustus 2012 - 20:25 WIB
Tidak ada pemilih yang rasional
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, banyak pihak yang mengatakan pemilih di Jakarta rasional. Namun, hal itu dibantah oleh Wakil Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Jamaludin F Hasyim.
"Menurut saya, pemilihan hari ini adalah pemilihan terhadap siapa yang bisa menyentuh saya (masyarakat), yang mau menyalami saya (masyarakat), mau duduk (bersama), dan makan bersama. Figur yang tampil saat ini adalah yang menampilkan kemiskinan," katanya, di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Karena pemilih Jakarta sudah lelah dengan janji-janji manis untuk peruhbahan. Hal itu, menurutnya, merupakan strategi kesederhanaan yang dirasakan oleh rakyat secara langsung.
"Konsep sudah tidak berlaku. Program di TV (televisi) juga tidak jalan. Ternyata ukurannya bukan program. Memilih siapa yang bisa menyentuh melalui kesederhanaan," pungkasnya.
Seperti diketahui, strategi kesederhanaan yang dipakai oleh pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (JOkowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat mengena di warga DKI Jakarta.
Buktinya, Jokowi-Ahok mampu meraup suara 42,69 persen dalam Pilgub DKI putaran pertama, melebihi incumbent dan pasangannya, Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) yang meraup 34,58 persen suara.
"Menurut saya, pemilihan hari ini adalah pemilihan terhadap siapa yang bisa menyentuh saya (masyarakat), yang mau menyalami saya (masyarakat), mau duduk (bersama), dan makan bersama. Figur yang tampil saat ini adalah yang menampilkan kemiskinan," katanya, di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Karena pemilih Jakarta sudah lelah dengan janji-janji manis untuk peruhbahan. Hal itu, menurutnya, merupakan strategi kesederhanaan yang dirasakan oleh rakyat secara langsung.
"Konsep sudah tidak berlaku. Program di TV (televisi) juga tidak jalan. Ternyata ukurannya bukan program. Memilih siapa yang bisa menyentuh melalui kesederhanaan," pungkasnya.
Seperti diketahui, strategi kesederhanaan yang dipakai oleh pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (JOkowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat mengena di warga DKI Jakarta.
Buktinya, Jokowi-Ahok mampu meraup suara 42,69 persen dalam Pilgub DKI putaran pertama, melebihi incumbent dan pasangannya, Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) yang meraup 34,58 persen suara.
(mhd)