Catut nama SBY, oknum desa akan dipolisikan

Rabu, 01 Agustus 2012 - 03:09 WIB
Catut nama SBY, oknum...
Catut nama SBY, oknum desa akan dipolisikan
A A A
Sindonews.com - Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Sumba Timur, NTT, geram terkait beredarnya kabar di masyarakat setempat yang menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung aktivitas eksplorasi maupun pertambangan emas di kabupaten Sumba Timur.

Tersebarnya informasi ini diawali dari munculnya konflik horizontal di masyarakat Desa Wahang, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur, terkait kehadiran PT Fathi Resourses (FR) untuk melakukan eksplorasi kandungan emas dan mineral lainnya di wilayah desa itu.

Konflik yang membuat wasrga terpecah dua yakni yang pro dan kontra eksplorasi inilah yang kemudian memunculkan nama presiden SBY. Yang memunculkan nama SBY adalah HDM, yang berprofesi sebagai Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Wahang.

Berangnya para petinggi Partai Demokrat setempat bahkan di nampakan dalam rapat klarifikasi Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Wahang dengan Komisi C di gedung DPRD Sumba Timur, Selasa (31/07) siang.

“Saya dapat informasi dan punya rekaman suara Kaur desa itu. Dia mengaku membawa amanat Presiden SBY saat berkunjung ke Sumba Timur beberapa waktu lalu. Yang mana intinya dikatakan Presiden SBY meminta masyarakat jangan menolak aktifitas ekesplorasi dan tambang di Sumba Timur. Ini mengada-ada, saya minta dia bertanggung jawab karena membawa dampak buruk bagi partai kami juga nama baik Ketua Dewan Pembina kami,” tegas Marthinus Pandarangga, anggota Komisi C dari Partai Demokrat dalam rapat tersebut. Selasa (31/7/2012).

Lebih jauh Pandarangga menyesalkan ketidak hadiran Kaur Pemenerintah Desa Wahang dalam rapat ini. “Coba dia hadir, saya mau tanya dia, ada Presiden Indonesia mana lagi saat ini,” geramnya kesal.

Tersebarnya kabar ini berawal dari pengaduan para Tomas Desa Wahang yang membawa aspirasi lebih dari 400-an kepala keluarga, yang mana pada intinya menolak keberadaan PT FR. Para Tomas ini mengatakan ada warga yang merasa di intimidasi oleh Kaur Pemerintah Desa Wahang yang menyatakan warga tidak boleh menolak aktivitas eksplorasi dan pertambangan karena merupakan amanat dari Presiden SBY.

Terpisah, ketika ditemui di halaman DPRD setempat, Josua K Maudjawa, Ketua Fraksi Partai Demokrat Sumba Timur menegaskan akan membawa persoalan ini ke ranah hokum.

“Ini sudah mencederai hati seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat. Juga telah mencemarkan nama baik Ketua Dewan Pembina kami. Jadi akan kami bawa ke ranah hukum guna diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negara ini,” tandasnya.
(azh)
Berita Terkait
Mengintip Aktivitas...
Mengintip Aktivitas Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi
38 Ton Emas Ditemukan...
38 Ton Emas Ditemukan di Tambang Bayannuur, Mongolia
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Polisi Tetapkan Empat...
Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Banyumas
Gerebek Tambang Emas...
Gerebek Tambang Emas Ilegal, Polres Muratara Tangkap 3 Pelaku Penambang Liar
20 Tambang Emas Terbesar...
20 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Tiga Teratas
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
8 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
15 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
25 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
34 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved