Waw KPID berharap siaran halal
Selasa, 31 Juli 2012 - 13:29 WIB
Waw KPID berharap siaran halal
A
A
A
Sindonews.com - Bukan hanya makanan yang mendapat sertifikan halal dari Majelis Ulama Indonesoia (MUI), dalam waktu dekat siaran radio juga mesti mendapatkan sertifikat itu.
"Akan kami upayakan, agar masyarakat mempunyai kepercayaan kepada tayangan yang lebih aman untuk mereka," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat (Jabar) Neneng Athiatul, Senin (31/7/2012).
Ia menjelaskan, di Jabar ada sekira 10 radio dakwah yang mengantong izin produksi penyiaran (IPP). Namun, Masih banyak lagi konten yang belum terawasi.
Menurutnya, ukuran halal yang sesuai aturan dalam penyiaran, yaitu tidak menjadikan media sebagai alat provokasi, atau menyesatkan umat.
"Ukuran halal di sini sesuai adab dan aturannya, unsur siarannya juga akan di kaji. Kami akan kaji ulang kembali, apakah ini memungkinkan (disiarkan) atau tidak," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar Salim Umar, menyambut baik niat tersebut. "Jika ada siaran halal akan seperti makanan tersertifikasi halal yang laris di pasaran. Sepanjang tayangan tidak keluar dari nilai-nilai itu, sangat bisa dimungkinkan," imbuhnya.
Salim menyebutkan, semua jenis tayangan seperti budaya, kesenian, lingkungan hidup, dan lainnya bisa disertifikasi halal.
"Akan kami upayakan, agar masyarakat mempunyai kepercayaan kepada tayangan yang lebih aman untuk mereka," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat (Jabar) Neneng Athiatul, Senin (31/7/2012).
Ia menjelaskan, di Jabar ada sekira 10 radio dakwah yang mengantong izin produksi penyiaran (IPP). Namun, Masih banyak lagi konten yang belum terawasi.
Menurutnya, ukuran halal yang sesuai aturan dalam penyiaran, yaitu tidak menjadikan media sebagai alat provokasi, atau menyesatkan umat.
"Ukuran halal di sini sesuai adab dan aturannya, unsur siarannya juga akan di kaji. Kami akan kaji ulang kembali, apakah ini memungkinkan (disiarkan) atau tidak," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar Salim Umar, menyambut baik niat tersebut. "Jika ada siaran halal akan seperti makanan tersertifikasi halal yang laris di pasaran. Sepanjang tayangan tidak keluar dari nilai-nilai itu, sangat bisa dimungkinkan," imbuhnya.
Salim menyebutkan, semua jenis tayangan seperti budaya, kesenian, lingkungan hidup, dan lainnya bisa disertifikasi halal.
(mhd)