Lahan tidur di Jabar akan diberikan ke petani
Senin, 30 Juli 2012 - 13:06 WIB
Lahan tidur di Jabar akan diberikan ke petani
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) rencananya akan membagikan ratusan hektare lahan tidur milik pemerintah. Nantinya, lahan tidur tersebut disertifikasi atas nama petani dan tidak bisa diperjual-belikan.
Langkah tersebut sudah sampai tahap pembicaraan dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar. "Lahan tidur milik negara diberikan ke masyarakat dalam luas tertentu," kata Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (30/7/2012).
Nantinya, lahan tidur tersebut akan disertifikasi supaya menjadi hak masyarakat. Namun sertifikasi tersebut sifatnya dikunci, supaya tanah yang diberikan tidak bisa dialihkan. "Sistem pemberian tanah kepada masyarakat ini dengan sistem kunci, jadi tidak bisa dialihkan kepemilikannya," terang dia.
Dia berharap, program reformasi agraria ini bisa memudahkan petani yang tidak memiliki lahan dan modal. Dengan begitu, program pembagian lahan tidur ini akan mendorong kesejahteraan penduduk.
Namun Ahmad Heryawan mengingkatkan Kepala BP Jabar untuk hati-hati dalam pembagiannya. "Kriteria pembagian tentu harus bernuansa keadilan," tegasnya.
Ia memaparkan, saat ini luas lahan tidur milik negara di Jabar cukup besar. Sementara ini, Pemprov Jabar sudah menyiapkan lahan tidur untuk diberikan ke warga di kawasan Sukabumi. Lahan yang disiapkan berupa perkebunan yang sudah bisa digunakan sehingga petani tidak perlu mdal banyak untuk mengolahnya. (ysw)
Langkah tersebut sudah sampai tahap pembicaraan dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar. "Lahan tidur milik negara diberikan ke masyarakat dalam luas tertentu," kata Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (30/7/2012).
Nantinya, lahan tidur tersebut akan disertifikasi supaya menjadi hak masyarakat. Namun sertifikasi tersebut sifatnya dikunci, supaya tanah yang diberikan tidak bisa dialihkan. "Sistem pemberian tanah kepada masyarakat ini dengan sistem kunci, jadi tidak bisa dialihkan kepemilikannya," terang dia.
Dia berharap, program reformasi agraria ini bisa memudahkan petani yang tidak memiliki lahan dan modal. Dengan begitu, program pembagian lahan tidur ini akan mendorong kesejahteraan penduduk.
Namun Ahmad Heryawan mengingkatkan Kepala BP Jabar untuk hati-hati dalam pembagiannya. "Kriteria pembagian tentu harus bernuansa keadilan," tegasnya.
Ia memaparkan, saat ini luas lahan tidur milik negara di Jabar cukup besar. Sementara ini, Pemprov Jabar sudah menyiapkan lahan tidur untuk diberikan ke warga di kawasan Sukabumi. Lahan yang disiapkan berupa perkebunan yang sudah bisa digunakan sehingga petani tidak perlu mdal banyak untuk mengolahnya. (ysw)
(hyk)