Kecamatan Kandangsapi diusulkan ganti nama
Minggu, 29 Juli 2012 - 23:01 WIB
Kecamatan Kandangsapi diusulkan ganti nama
A
A
A
Sindonews.com - Di Kota Pasuruan Jawa Timur terdapat sebuah kecamatan bernama Kandangsapi. Kecamatan itu merupakan kecamatan baru hasil pemekaran wilayah Pasuruan.
Namun oleh warga setempat, nama Kandangsapi sesungguhnya dinilai kurang cocok dan berkonotasi negatif. Karena itu, warga kini sedang mengusulkan perubahan nama baru untuk kecamatan.
Moh Yunus, salah seorang Ketua RT di Kelurahan Pekuncen mengungkapkan, berdasar aspirasi yang berkembang dimasyarakat ada permitaan agar nama ibu kota kecamatan baru lebih memiliki nama yang bermakna konstruktif.
Menurutnya, nama Kandangsapi kurang pas dengan semangat Kota Pasuruan yang tengah giat membangun. Selain itu, nama tersebut mempunyai konotasi negatif sebagai sebuah daerah yang dimekarkan pada era modern.
"Masyarakat meminta agar Pemkot Pasuruan memilih nama kecamatan baru yang memiliki makna konstruktif. Ada banyak 13 kelurahan yang bergabung dalam kecamatan baru yang salah satunya bisa digunakan sebagai nama kecamatan. Misalnya Panggungrejo, Bangilan, Mandaran, dan lain-lain," kata Yunus.
Yunus yakin, perubahan nama akan membawa dampak positif terhadap percepatan pembangunan. Karena di wilayah baru hasil pemekaran tersebut, berdiri perkantoran pusat pemerintahan dan DPRD Kota Pasuruan.
Sehingga akan muncul kesan positif terhadap nama wilayah yang disandangnya. "Apa artinya sebuah nama. Tapi jika ada nama yang lebih baik, mengapa harus menggunakan nama memiliki konotasi buruk," tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Hasani menyatakan sependapat dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat tentang perubahan nama kecamatan baru tersebut.
Hanya saja untuk merubah nama tersebut, diperlukan beberapa prosedur yang secara tidak langsung tidak sejalan dengan hasil kajian yang dilakukan.
"Nama Kandangsapi itu sudah sesuai rekomendasi yang diberikan Gubernur Jatim. Untuk merubahnya, tentu harus ada prosedur yang dilalui," kata Hasani.
Menurut Hasani, sebenarnya ada beberapa nama yang diusulkan untuk menjadi ibu kota kecamatan baru tersebut. Nama-nama tersebut dianggapnya juga memiliki makna positif sebagai semangat pembangunan.
"Seperti nama Panggungrejo yang kurang lebih memiliki arti tempat yang tinggi. Semangatnya tentu menjadi lebih baik. Yang pasti, perubahan nama itu juga menjadi pemikiran kami," kata Walikota Hasani.
Namun oleh warga setempat, nama Kandangsapi sesungguhnya dinilai kurang cocok dan berkonotasi negatif. Karena itu, warga kini sedang mengusulkan perubahan nama baru untuk kecamatan.
Moh Yunus, salah seorang Ketua RT di Kelurahan Pekuncen mengungkapkan, berdasar aspirasi yang berkembang dimasyarakat ada permitaan agar nama ibu kota kecamatan baru lebih memiliki nama yang bermakna konstruktif.
Menurutnya, nama Kandangsapi kurang pas dengan semangat Kota Pasuruan yang tengah giat membangun. Selain itu, nama tersebut mempunyai konotasi negatif sebagai sebuah daerah yang dimekarkan pada era modern.
"Masyarakat meminta agar Pemkot Pasuruan memilih nama kecamatan baru yang memiliki makna konstruktif. Ada banyak 13 kelurahan yang bergabung dalam kecamatan baru yang salah satunya bisa digunakan sebagai nama kecamatan. Misalnya Panggungrejo, Bangilan, Mandaran, dan lain-lain," kata Yunus.
Yunus yakin, perubahan nama akan membawa dampak positif terhadap percepatan pembangunan. Karena di wilayah baru hasil pemekaran tersebut, berdiri perkantoran pusat pemerintahan dan DPRD Kota Pasuruan.
Sehingga akan muncul kesan positif terhadap nama wilayah yang disandangnya. "Apa artinya sebuah nama. Tapi jika ada nama yang lebih baik, mengapa harus menggunakan nama memiliki konotasi buruk," tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Hasani menyatakan sependapat dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat tentang perubahan nama kecamatan baru tersebut.
Hanya saja untuk merubah nama tersebut, diperlukan beberapa prosedur yang secara tidak langsung tidak sejalan dengan hasil kajian yang dilakukan.
"Nama Kandangsapi itu sudah sesuai rekomendasi yang diberikan Gubernur Jatim. Untuk merubahnya, tentu harus ada prosedur yang dilalui," kata Hasani.
Menurut Hasani, sebenarnya ada beberapa nama yang diusulkan untuk menjadi ibu kota kecamatan baru tersebut. Nama-nama tersebut dianggapnya juga memiliki makna positif sebagai semangat pembangunan.
"Seperti nama Panggungrejo yang kurang lebih memiliki arti tempat yang tinggi. Semangatnya tentu menjadi lebih baik. Yang pasti, perubahan nama itu juga menjadi pemikiran kami," kata Walikota Hasani.
(lns)