Jika diperlukan, polisi panggil Kepsek Don Bosco
Sabtu, 28 Juli 2012 - 15:32 WIB
Jika diperlukan, polisi panggil Kepsek Don Bosco
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian akan memanggil Kepala Sekolah SMU Don Bosco bila diperlukan, untuk dimintai keterangan terkait kekerasan, dan penganiayaan yang terjadi dalam orientasi siswa barunya beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan memeriksa Kepala Sekolah SMU Don Bosco jika diperlukan. "Yang terkait pemeriksaan itu, akan berkembang bilamana dibutuhkan," katanya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini kepolisian masih fokus untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Untuk itu, polisi memanggil siapa yang memprogramkan orientasi itu, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu.
"Saat ini kita masih akan memeriksa terhadap siapa-siapa saja yang memprogramkan orientasi ini. Kita akan melihat batasan yang telah ditetapkan dalam orientasi yang berujung pengeroyokan ini," ujarnya.
Dia juga mengakui, jika pihaknya masih akan mencari motif lainnya terkait kasus dugaan tindak kekerasan, atau penganiayaan dalam orientasi siswa baru di SMU Don Bosco beberapa waktu lalu. "Kami belum melihat ke arah itu, tapi kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut mengenai hal itu," tukasnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan memeriksa Kepala Sekolah SMU Don Bosco jika diperlukan. "Yang terkait pemeriksaan itu, akan berkembang bilamana dibutuhkan," katanya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini kepolisian masih fokus untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Untuk itu, polisi memanggil siapa yang memprogramkan orientasi itu, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu.
"Saat ini kita masih akan memeriksa terhadap siapa-siapa saja yang memprogramkan orientasi ini. Kita akan melihat batasan yang telah ditetapkan dalam orientasi yang berujung pengeroyokan ini," ujarnya.
Dia juga mengakui, jika pihaknya masih akan mencari motif lainnya terkait kasus dugaan tindak kekerasan, atau penganiayaan dalam orientasi siswa baru di SMU Don Bosco beberapa waktu lalu. "Kami belum melihat ke arah itu, tapi kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut mengenai hal itu," tukasnya.
(lil)