Hari Suwandi dikenal banyak musuh
Jum'at, 27 Juli 2012 - 14:52 WIB
Hari Suwandi dikenal banyak musuh
A
A
A
Sindonews.com - Setelah meminta maaf kepada Aburizal Bakrie, keluarga Hari Suwandi tampak menutup diri. Pihak keluarga tidak mau menerima tamu yang menanyakan seputar Hari Suwandi.
Sejak menyatakan menyesal atas aksinya jalan kaki dari Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), ke Jakarta dan meminta maaf ke keluarga Bakrie di Jakarta, suasana dan kondisi rumah orangtua dan keluarga Hari Wuwandi di Kawasan Balowono Krembung, Sidoarjo kini tampak berbeda. Pihak keluarga terkesan menutup diri.
Namun, adik Hari Suwandi, Tono, mau bercerita banyak seputar kakaknya yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta hingga meminta maaf ke Aburizal Bakrie. Menurut Tono, sejak masalah ganti rugi Lapindo muncul, Hari Suwandi banyak dimusuhi oleh sesama korban lumpur yang kontra dengan sikapnya yang menyoroti Lapindo.
"Kakak saya itu banyak musuhnya. Ya banyak korban lumpur yang memang tidak suka dengan Hari," ujar Tono ketika ditemui di rumahnya di Kawasan Balowono Brembug, Jumat (27/7/2012).
Sebelum berangkat ke Jakarta, pihak keluarga sudah mengingatkan dan berusaha melarang karena Hari Suwandi dikenal banyak musuh. Namun larangan dari pihak keluarga itu tak didengar Hari.
"Dia (Hari Suwandi) katanya mau berjuang ikhlas untuk korban lumpur. Akhirnya kami saudara dan keluarga Hari merestui," papar Tono.
Saat ini sejumlah saudara Hari Suwandi di Sidoarjo tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa mendukung Hari Suwandi. Sejumlah kerabat dan saudara di Sidoarjo menduga, keputusan Hari Suwandi yang berbalik 180 derajat ini lantaran Hari Suwandi tersinggung atas sikap sejumlah warga korban lumpur Lapindo yang tidak setuju dengan aksinya.
"Mungkin kakak saya tersinggung. Karena memang banyak yang tidak setuju dengan aksi jalan kakinya ke Jakarta," tandasnya.
Sejak menyatakan menyesal atas aksinya jalan kaki dari Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), ke Jakarta dan meminta maaf ke keluarga Bakrie di Jakarta, suasana dan kondisi rumah orangtua dan keluarga Hari Wuwandi di Kawasan Balowono Krembung, Sidoarjo kini tampak berbeda. Pihak keluarga terkesan menutup diri.
Namun, adik Hari Suwandi, Tono, mau bercerita banyak seputar kakaknya yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta hingga meminta maaf ke Aburizal Bakrie. Menurut Tono, sejak masalah ganti rugi Lapindo muncul, Hari Suwandi banyak dimusuhi oleh sesama korban lumpur yang kontra dengan sikapnya yang menyoroti Lapindo.
"Kakak saya itu banyak musuhnya. Ya banyak korban lumpur yang memang tidak suka dengan Hari," ujar Tono ketika ditemui di rumahnya di Kawasan Balowono Brembug, Jumat (27/7/2012).
Sebelum berangkat ke Jakarta, pihak keluarga sudah mengingatkan dan berusaha melarang karena Hari Suwandi dikenal banyak musuh. Namun larangan dari pihak keluarga itu tak didengar Hari.
"Dia (Hari Suwandi) katanya mau berjuang ikhlas untuk korban lumpur. Akhirnya kami saudara dan keluarga Hari merestui," papar Tono.
Saat ini sejumlah saudara Hari Suwandi di Sidoarjo tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa mendukung Hari Suwandi. Sejumlah kerabat dan saudara di Sidoarjo menduga, keputusan Hari Suwandi yang berbalik 180 derajat ini lantaran Hari Suwandi tersinggung atas sikap sejumlah warga korban lumpur Lapindo yang tidak setuju dengan aksinya.
"Mungkin kakak saya tersinggung. Karena memang banyak yang tidak setuju dengan aksi jalan kakinya ke Jakarta," tandasnya.
(azh)