Warga pengungsi banjir bandang kekurangan air bersih
Rabu, 25 Juli 2012 - 11:21 WIB
Warga pengungsi banjir bandang kekurangan air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Hingga kini, sekira 322 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), masih memenuhi lokasi pengungsian. Warga kebanyakan mengungsi di tenda dan musala.
Para pengungsi saat ini memerlukan air bersih. Akibat banjir, ribuan warga kekurangan air bersih. Salah seorang warga di Kecamatan Nanggalo, Padang Dona, mengatakan akses air bersih warga sudah hilang tersapu banjir.
"Sudah tidak ada lagi sumber air bersih di sini. Kami menunggu dari pihak pemerintah untuk kebutuhan air bersih," ujar Dona menjelaskan kepada wartawan, Rabu (25/7/2012).
Dona menjelaskan, sebagian warga sangat trauma dengan kejadian tersebut. Pasalnya, banjir datang secara tiba-tiba dan menghanyutkan harta benda warga.
"Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. banjir datang dengan cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan harta benda kami," paparnya.
Hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa kerugian akibat peristiwa ini. Setidaknya ratusan hektare sawah dan ladang hancur akibat banjir bandang ini.
Dari pantauan di lapangan, jalan menuju kawasan Limau Manis pun tersendat karena material lumpur yang masih menumpuk di jalan raya dan rumah warga.
Para pengungsi saat ini memerlukan air bersih. Akibat banjir, ribuan warga kekurangan air bersih. Salah seorang warga di Kecamatan Nanggalo, Padang Dona, mengatakan akses air bersih warga sudah hilang tersapu banjir.
"Sudah tidak ada lagi sumber air bersih di sini. Kami menunggu dari pihak pemerintah untuk kebutuhan air bersih," ujar Dona menjelaskan kepada wartawan, Rabu (25/7/2012).
Dona menjelaskan, sebagian warga sangat trauma dengan kejadian tersebut. Pasalnya, banjir datang secara tiba-tiba dan menghanyutkan harta benda warga.
"Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. banjir datang dengan cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan harta benda kami," paparnya.
Hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa kerugian akibat peristiwa ini. Setidaknya ratusan hektare sawah dan ladang hancur akibat banjir bandang ini.
Dari pantauan di lapangan, jalan menuju kawasan Limau Manis pun tersendat karena material lumpur yang masih menumpuk di jalan raya dan rumah warga.
(azh)