Saan: PPP & PKS sudah terbuka dukung Foke-Nara
Rabu, 25 Juli 2012 - 10:57 WIB
Saan: PPP & PKS sudah terbuka dukung Foke-Nara
A
A
A
Sindonews.com - Belum jelasnya sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan pembangunan (PPP) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua membuat sejumlah petinggi Partai Demokrat turun langsung untuk melakukan pendekatan.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, dirinya telah melakukan komunikasi dengan PKS dan PPP untuk membahas Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Dari situ Saan menegaskan, kedua partai koalisi itu sudah siap mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"Ke arah sana, sudah terbuka, PPP tentu dengan komunikasi. PKS juga sudah memberikan (dukungan)," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dia juga mengungkapkan, jika Partai Demokrat telah melakukan pendekatan kepada berbagai pihak untuk memuluskan langkah Foke-Nara memenangi Pilgub DKI Jakarta kali ini. "Proses pendekatan terus kita lakukan, proses untuk membangun dukungan baik dari koalisi, atau dari parpol tim sukses," ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menggunakan isu SARA dalam hal apapun. Pasalnya, Partai Demokrat adalah partai dengan asas nasionalis religius yang akan mengedepankan kemajemukan di Jakarta.
"Kita tidak memberikan ruang untuk politik sektarian. Kita sangat menghargai kemajemukan dan pluralisme, kita tidak akan menggunakan SARA," tukasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, dirinya telah melakukan komunikasi dengan PKS dan PPP untuk membahas Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Dari situ Saan menegaskan, kedua partai koalisi itu sudah siap mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
"Ke arah sana, sudah terbuka, PPP tentu dengan komunikasi. PKS juga sudah memberikan (dukungan)," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dia juga mengungkapkan, jika Partai Demokrat telah melakukan pendekatan kepada berbagai pihak untuk memuluskan langkah Foke-Nara memenangi Pilgub DKI Jakarta kali ini. "Proses pendekatan terus kita lakukan, proses untuk membangun dukungan baik dari koalisi, atau dari parpol tim sukses," ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menggunakan isu SARA dalam hal apapun. Pasalnya, Partai Demokrat adalah partai dengan asas nasionalis religius yang akan mengedepankan kemajemukan di Jakarta.
"Kita tidak memberikan ruang untuk politik sektarian. Kita sangat menghargai kemajemukan dan pluralisme, kita tidak akan menggunakan SARA," tukasnya.
(lil)