FPI rusak toko berlambang Yahudi
Rabu, 18 Juli 2012 - 14:42 WIB
FPI rusak toko berlambang Yahudi
A
A
A
Sindonews.com - Massa dari Front Pembela Islam (FPI) kembali melakukan aksi anarkis. Sebuah toko baju dan aksesoris di perempatan Rebel, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Regol, Kota Bandung, didatangi puluhan anggota FPI dan melakukan perusakan.
Massa yang berjumlah sekira 50 orang ini mendatangi toko sekira pukul 10.30 WIB. Massa lalu merusak dua spanduk toko di Jalan Dewi Sartika yang bergambar pentagram (bintang) dan gambar bendera Israel.
Dari pantauan, dua spanduk yang masing-masing berukuran 1x8 meter, dan 0,5x8 meter ini dirobek dan dirusak oleh massa. Spanduk toko yang didominasi oleh warna hitam ini adalah sebuah logo toko Parapatan Rebel yang berada dalam sebuah lingkaran Pentagram.
"Tadi ada sekitar 50 orangan, mereka merusak kira-kira sekitar 10 menitan," ujar salah seorang saksi mata, Apep (32), di lokasi kejadian, Rabu (18/7/2012).
Saat kejadian, massa memaki-maki pemilik toko dan langsung merusak spanduk yang diklaim FPI terdapat lambang setan, Yahudi, dan bendera Israel.
"Mereka bilang itu lambang setan, Yahudi, dan bendera Israel. Mereka bilang kalau ini negara Pancasila dan negara Islam," katanya.
Tidak berselang lama, massa lantas menurunkan spanduk yang ada di atas dan di bawah toko lalu merusaknya. Beberapa pengunjung toko yang berada di dalam langsung panik. Bahkan seorang pengunjung wanita sempat lari meninggalkan toko.
"Ya kami menyayangkan adanya kejadian ini. Mereka kan ormas islam, harusnya mengayomi kita. Kalau mereka minta baik-baik, pasti kita turuti untuk turunkan spanduknya," katanya.
Apep mengatakan, aksi massa sempat terekam Closed Circuit Television (CCTV) toko. Namun pihaknya belum berencana melaporkan kejadian perusakan itu kepada pihak kepolisian.
"Kerugian sekitar Rp1 juta. Rasanya percuma jika lapor polisi," pungkasnya.
Massa yang berjumlah sekira 50 orang ini mendatangi toko sekira pukul 10.30 WIB. Massa lalu merusak dua spanduk toko di Jalan Dewi Sartika yang bergambar pentagram (bintang) dan gambar bendera Israel.
Dari pantauan, dua spanduk yang masing-masing berukuran 1x8 meter, dan 0,5x8 meter ini dirobek dan dirusak oleh massa. Spanduk toko yang didominasi oleh warna hitam ini adalah sebuah logo toko Parapatan Rebel yang berada dalam sebuah lingkaran Pentagram.
"Tadi ada sekitar 50 orangan, mereka merusak kira-kira sekitar 10 menitan," ujar salah seorang saksi mata, Apep (32), di lokasi kejadian, Rabu (18/7/2012).
Saat kejadian, massa memaki-maki pemilik toko dan langsung merusak spanduk yang diklaim FPI terdapat lambang setan, Yahudi, dan bendera Israel.
"Mereka bilang itu lambang setan, Yahudi, dan bendera Israel. Mereka bilang kalau ini negara Pancasila dan negara Islam," katanya.
Tidak berselang lama, massa lantas menurunkan spanduk yang ada di atas dan di bawah toko lalu merusaknya. Beberapa pengunjung toko yang berada di dalam langsung panik. Bahkan seorang pengunjung wanita sempat lari meninggalkan toko.
"Ya kami menyayangkan adanya kejadian ini. Mereka kan ormas islam, harusnya mengayomi kita. Kalau mereka minta baik-baik, pasti kita turuti untuk turunkan spanduknya," katanya.
Apep mengatakan, aksi massa sempat terekam Closed Circuit Television (CCTV) toko. Namun pihaknya belum berencana melaporkan kejadian perusakan itu kepada pihak kepolisian.
"Kerugian sekitar Rp1 juta. Rasanya percuma jika lapor polisi," pungkasnya.
(azh)