Lapindo akui kesulitan dana
Rabu, 18 Juli 2012 - 13:57 WIB
Lapindo akui kesulitan dana
A
A
A
Sindonews.com - PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) mengakui PT Lapindo Brantas Inc sedang kesulitan dana untuk melunasi ganti rugi korban lumpur yang belum juga tuntas.
Keinginan warga korban lumpur lapindo di Porong, Sidoarjo, untuk segera mendapatkan penyelesaian ganti rugi dari Lapindo secara tuntas harus dipendam dulu. Lapindo hingga kini belum bisa mendapatkan dana secara utuh untuk penyelesaian ganti rugi.
Komisaris Utama PT MLJ Gesang Budiarso mengatakan, PT MLJ akan berupaya untuk menyelesaikan ganti rugi korban lumpur secara tuntas pada Desember 2012. Saat ini Lapindo sedang kesulitan dana dan masih berupaya untuk mencari pinjaman dari bank.
"Hingga saat ini masih terkendala masalah cash flow yang menyebabkan pembayaran penyelesaian ganti rugi yang dimulai Juni lalu tidak merata," ujar Gersang menjelaskan kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Sukodono, Sidoarjo, Rabu (18/7/2012).
Meski demikian, Gesang optimis dan berkomitmen akan menuntaskan penyelesaikan ganti rugi korban lumpur pada akhir Desember 2012.
Berdasarkan data dari PT MLJ, dari sekitar total dana Rp900 miliar untuk penyelesaian korban lumpur yang masuk dalam peta terdampak langsung lumpur lapindo. PT MLJ baru mengeluarkan dana sekitar Rp50 miliar pada Juni lalu. Sementara sisanya akan terus diangsur hingga akhir Desember 2012.
Keinginan warga korban lumpur lapindo di Porong, Sidoarjo, untuk segera mendapatkan penyelesaian ganti rugi dari Lapindo secara tuntas harus dipendam dulu. Lapindo hingga kini belum bisa mendapatkan dana secara utuh untuk penyelesaian ganti rugi.
Komisaris Utama PT MLJ Gesang Budiarso mengatakan, PT MLJ akan berupaya untuk menyelesaikan ganti rugi korban lumpur secara tuntas pada Desember 2012. Saat ini Lapindo sedang kesulitan dana dan masih berupaya untuk mencari pinjaman dari bank.
"Hingga saat ini masih terkendala masalah cash flow yang menyebabkan pembayaran penyelesaian ganti rugi yang dimulai Juni lalu tidak merata," ujar Gersang menjelaskan kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Sukodono, Sidoarjo, Rabu (18/7/2012).
Meski demikian, Gesang optimis dan berkomitmen akan menuntaskan penyelesaikan ganti rugi korban lumpur pada akhir Desember 2012.
Berdasarkan data dari PT MLJ, dari sekitar total dana Rp900 miliar untuk penyelesaian korban lumpur yang masuk dalam peta terdampak langsung lumpur lapindo. PT MLJ baru mengeluarkan dana sekitar Rp50 miliar pada Juni lalu. Sementara sisanya akan terus diangsur hingga akhir Desember 2012.
(azh)