Wagub Aceh telat, Sutan Bhatoegana emosi
Selasa, 17 Juli 2012 - 18:56 WIB
Wagub Aceh telat, Sutan Bhatoegana emosi
A
A
A
Sindonews.com - Merasa tidak disambut dengan baik, Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sutan Bhatoegana Siregar menegur Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muzakir Manaf. Sutan kesal lantaran Muzakir telat selama satu jam.
"Tolong dong Wakil Gubernurnya dipanggil. Kalau tidak mau terima kita, kita pulang saja. Kami binggung tak tahu mau buat apa, kalau begini terus bisa meninggal kita," tukas Sutan di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (17/7/2012).
Ia emosi karena pertemuan seharusnya pukul 09.00 WIB, lantas memerintahkan protokuler memanggil mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.
"Ini tuan rumah kemana, biasanya mereka tunggu kita, ini kok malah kita yang menunggu mereka," ujarnya.
Tak lama kemudian, Muzakir hadiri pertemuan Pemprov Aceh dengan Komisi VII dan Dirjen Minyak dan Gas Bumi itu. Anggota DPR RI sempat mempertanyakan prihal penggunaan dana migas Aceh. Namun Muzakir hanya menjawab singkat. Muzakir mengaku belum begitu mengetahui karena baru menjabat Wakil Gubernur Aceh.
Namun Sutan kembali emosi saat memperkenalkan satu persatu rombongan yang berkunjung ke Aceh. Pasalnya, Muzakir menunduk dan menyibukkan diri dengan Short Message Service (SMS) melalui telepon selular (Ponsel).
"Kalau bapak Wagub sibuk, kami izinkan bapak untuk meninggalkan rapat ini. Saya lihat bapak dari tadi saat rombongan kami memperkenalkan diri tampak tidak serius mendengar," ujar Sutan
Mendengar itu, Muzakir kaget dan langsung meminta maaf pada rombongan. Ia menjelaskan sedang mengatur persoalan meugang (tradisi memasak daging) jelang Ramadan pada bawahannya.
"Mohon maaf, tidak ada maksud saya tidak menghargai apalagi melecehkan rombongan yang datang ke sini," sebutnya.
Muzakir mengakui pertemuan membahas tentang produksi migas dan kesejahteraan ini sangat penting, bahkan ia membatalkan 10 pertemuan lain.
"Sekarang semua tumpuan berpulang ke saya, karena Pak Gubernur sedang ada pelantikan Bupati Aceh Singkil," jelasnya.
Usai permohonan maaf Muzakir, emosi Sutan menyusut. Ia bahkan menjulur tangan bersalaman dengan Muzakir. "Perdamaian" itu mengawali pertemuan. Dalam pertemuan itu, Sutan berharap Pemerintah Aceh menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat.
"Tolong dong Wakil Gubernurnya dipanggil. Kalau tidak mau terima kita, kita pulang saja. Kami binggung tak tahu mau buat apa, kalau begini terus bisa meninggal kita," tukas Sutan di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (17/7/2012).
Ia emosi karena pertemuan seharusnya pukul 09.00 WIB, lantas memerintahkan protokuler memanggil mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.
"Ini tuan rumah kemana, biasanya mereka tunggu kita, ini kok malah kita yang menunggu mereka," ujarnya.
Tak lama kemudian, Muzakir hadiri pertemuan Pemprov Aceh dengan Komisi VII dan Dirjen Minyak dan Gas Bumi itu. Anggota DPR RI sempat mempertanyakan prihal penggunaan dana migas Aceh. Namun Muzakir hanya menjawab singkat. Muzakir mengaku belum begitu mengetahui karena baru menjabat Wakil Gubernur Aceh.
Namun Sutan kembali emosi saat memperkenalkan satu persatu rombongan yang berkunjung ke Aceh. Pasalnya, Muzakir menunduk dan menyibukkan diri dengan Short Message Service (SMS) melalui telepon selular (Ponsel).
"Kalau bapak Wagub sibuk, kami izinkan bapak untuk meninggalkan rapat ini. Saya lihat bapak dari tadi saat rombongan kami memperkenalkan diri tampak tidak serius mendengar," ujar Sutan
Mendengar itu, Muzakir kaget dan langsung meminta maaf pada rombongan. Ia menjelaskan sedang mengatur persoalan meugang (tradisi memasak daging) jelang Ramadan pada bawahannya.
"Mohon maaf, tidak ada maksud saya tidak menghargai apalagi melecehkan rombongan yang datang ke sini," sebutnya.
Muzakir mengakui pertemuan membahas tentang produksi migas dan kesejahteraan ini sangat penting, bahkan ia membatalkan 10 pertemuan lain.
"Sekarang semua tumpuan berpulang ke saya, karena Pak Gubernur sedang ada pelantikan Bupati Aceh Singkil," jelasnya.
Usai permohonan maaf Muzakir, emosi Sutan menyusut. Ia bahkan menjulur tangan bersalaman dengan Muzakir. "Perdamaian" itu mengawali pertemuan. Dalam pertemuan itu, Sutan berharap Pemerintah Aceh menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat.
(azh)