Pilgub DKI rawan politik uang
Sabtu, 07 Juli 2012 - 11:51 WIB
Pilgub DKI rawan politik uang
A
A
A
Sindonews.com - Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Daniel Dhakidae mengatakan, sulit menghapus politik uang dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012.
"Untuk menghapus praktik politik uang dalam Pilgub DKI Jakarta membutuhkan penyadaran politik terhadap masyarakat. Kalau masyarakat mempunyai kesadaran politik maka transaksi uang akan beralih ke transaksi ide," ujar Daniel di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (7/7/2012).
Ditambahkan dia, tingkat kesejahteraan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam memberantas politik uang. Masyarakat kelas menengah kebawah, pasti akan tergoda dengan politik uang. Terlebih pendidikan politik terhadap masyarakat masih sangat rendah. "Kalau itu masih rendah akan rawan politik uang," terangnya.
Dalam Pilgub DKI Jakarta 2012, Daniel juga melihat kurangnya antusias warga. Hal ini terlihat dari sepinya kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Saat ditanya apa ini tanda masyarakat mulai apatis? Daniel menjawab, tidak juga.
"Di Amerika Serikat, meskipun sudah mempunyai teknologi yang canggih saat kampanye. Masyarakat tetap semangat dalam mengikuti kampanye," jelasnya.
Lebih jauh, Daniel melihat pentingnya peran media massa dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. Media dapat berperan aktif mendorong masyarakat untuk memilih salah satu calon. Namun tetap dibutuhkan juru kampanye yang handal. "Media tetap berperan, kehadiran seseorang saat kampanye sangat dibutuhkan," pungkasnya.
"Untuk menghapus praktik politik uang dalam Pilgub DKI Jakarta membutuhkan penyadaran politik terhadap masyarakat. Kalau masyarakat mempunyai kesadaran politik maka transaksi uang akan beralih ke transaksi ide," ujar Daniel di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (7/7/2012).
Ditambahkan dia, tingkat kesejahteraan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam memberantas politik uang. Masyarakat kelas menengah kebawah, pasti akan tergoda dengan politik uang. Terlebih pendidikan politik terhadap masyarakat masih sangat rendah. "Kalau itu masih rendah akan rawan politik uang," terangnya.
Dalam Pilgub DKI Jakarta 2012, Daniel juga melihat kurangnya antusias warga. Hal ini terlihat dari sepinya kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Saat ditanya apa ini tanda masyarakat mulai apatis? Daniel menjawab, tidak juga.
"Di Amerika Serikat, meskipun sudah mempunyai teknologi yang canggih saat kampanye. Masyarakat tetap semangat dalam mengikuti kampanye," jelasnya.
Lebih jauh, Daniel melihat pentingnya peran media massa dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. Media dapat berperan aktif mendorong masyarakat untuk memilih salah satu calon. Namun tetap dibutuhkan juru kampanye yang handal. "Media tetap berperan, kehadiran seseorang saat kampanye sangat dibutuhkan," pungkasnya.
(san)