Inilah modus politik uang di Pilgub DKI
Sabtu, 07 Juli 2012 - 10:49 WIB
Inilah modus politik uang di Pilgub DKI
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta menggunakan berbagai modus baru dalam melancarkan aksi politik uangnya dalam kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Koordinator Divisi korupsi politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan mengatakan pihaknya menemukan berbagai modus politik uang yang dilakukan para pasangan cagub. Di antaranya adalah dengan membagi-bagikan bahan pokok sampai memberikan asuransi gratis kepada warga Jakarta.
"Beragam modus soal politik uang dilakukan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Mulai dari pembagian bahan pokok, sampai pemberian asuransi," katanya dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2012).
Bahkan menurutnya, ICW yang bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta juga menemukan pasangan cagub yang memberikan mobil ambulans. Namun, mobil ambulans itu baru akan diberikan kepada warga jika pasangan cagub yang memberikan memenangi Pilgub DKI Jakarta di daerah tersebut.
Dia juga mengungkapkan, modus baru politik uang yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan warga agar terlihat seperti relawan, dan kemudian diberikan uang senilai Rp50 ribu hingga Rp250 ribu.
Untuk itu, dirinya berharap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta lebih ketat mengawasi praktik politik uang yang dilakukan pasangan calon. "Prakteknya Memang tidak terlalu terbuka," tukasnya.
Koordinator Divisi korupsi politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan mengatakan pihaknya menemukan berbagai modus politik uang yang dilakukan para pasangan cagub. Di antaranya adalah dengan membagi-bagikan bahan pokok sampai memberikan asuransi gratis kepada warga Jakarta.
"Beragam modus soal politik uang dilakukan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Mulai dari pembagian bahan pokok, sampai pemberian asuransi," katanya dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2012).
Bahkan menurutnya, ICW yang bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta juga menemukan pasangan cagub yang memberikan mobil ambulans. Namun, mobil ambulans itu baru akan diberikan kepada warga jika pasangan cagub yang memberikan memenangi Pilgub DKI Jakarta di daerah tersebut.
Dia juga mengungkapkan, modus baru politik uang yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan warga agar terlihat seperti relawan, dan kemudian diberikan uang senilai Rp50 ribu hingga Rp250 ribu.
Untuk itu, dirinya berharap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta lebih ketat mengawasi praktik politik uang yang dilakukan pasangan calon. "Prakteknya Memang tidak terlalu terbuka," tukasnya.
(lil)