Parpol tak pengaruhi popularitas Cagub DKI
Jum'at, 06 Juli 2012 - 16:57 WIB
Parpol tak pengaruhi popularitas Cagub DKI
A
A
A
Sindonews.com - Popularitas partai politik dinilai tidak berpengaruh terhadap kepopuleran calon pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012. Hal itu terungkap berdasarkan penelitian lembaga survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG).
"Ada beberapa popularitas pasangan tidak berbanding seimbang dengan popularitas partai. Orang melihat figur bukan partai," kata Ahli Filsafat Donny Gahral Ardian di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Donny menilai, saat ini naik dan turunnya imej partai politik bergantung pada calon pasangan yang mereka calonkan. Hal ini juga akan berpengaruh dengan dukungan yang akan para pasangan dapatkan. Karena, masyarakat cenderung memilih pasangan dari figur orangnya.
"Sejauh mana figur itu (calon pasangan) dapat mengangkat partai. Kalau Jokowi baik, maka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jadi ikut baik. Kalau Hidayat baik, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga baik," terangnya.
Seperti diketahui, Jokowi banyak dikenal masyarakat karena terobosan-terobosannya dalam membangun Kota Solo, menjadi kota yang berpredikat baik. Prestasi Jokowi sebagai salah satu wali kota terbaik dunia dinilai sebagai daya tarik pemilih di Pilgub DKI.
Begitupun dengan Hidayat Nur Wahid. Kendati dikenal sebagai sesepuh di PKS, masyarakat lebih melihat sosok Hidayat berdasarkan sikap dan kepribadiannya selama menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
"Ada beberapa popularitas pasangan tidak berbanding seimbang dengan popularitas partai. Orang melihat figur bukan partai," kata Ahli Filsafat Donny Gahral Ardian di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Donny menilai, saat ini naik dan turunnya imej partai politik bergantung pada calon pasangan yang mereka calonkan. Hal ini juga akan berpengaruh dengan dukungan yang akan para pasangan dapatkan. Karena, masyarakat cenderung memilih pasangan dari figur orangnya.
"Sejauh mana figur itu (calon pasangan) dapat mengangkat partai. Kalau Jokowi baik, maka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jadi ikut baik. Kalau Hidayat baik, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga baik," terangnya.
Seperti diketahui, Jokowi banyak dikenal masyarakat karena terobosan-terobosannya dalam membangun Kota Solo, menjadi kota yang berpredikat baik. Prestasi Jokowi sebagai salah satu wali kota terbaik dunia dinilai sebagai daya tarik pemilih di Pilgub DKI.
Begitupun dengan Hidayat Nur Wahid. Kendati dikenal sebagai sesepuh di PKS, masyarakat lebih melihat sosok Hidayat berdasarkan sikap dan kepribadiannya selama menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
(san)