Hidayat sindir Fauzi Bowo
Minggu, 01 Juli 2012 - 13:36 WIB
Hidayat sindir Fauzi Bowo
A
A
A
Sindonews.com - Masa kampanye pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta rawan akan terjadinya gesekan politik antar calon. Hal yang sering terjadi adalah saling sindir antar calon.
Misalnya, kampanye yang dilakukan oleh pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini. Dalam orasinya, dia menyinggung mengenai persoalan gubernur dan wakilnya yang tidak solid. Meski tidak menyebut secara detail siapa kedua pejabat yang dimaksud, namun hal itu mengarah pada Fauzi Bowo yang merupakan incumbent.
"Jangan sampai ada lagi wakil gubernur yang melaporkan gubernurnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena laporan korupsi,“ ujar Hidayat dalam orasinya di Gelanggang Olahraga (GOR) Brojosoemantri, Jakarta, Minggu (1/7/2012).
Hidayat membanggakan dirinya yang cukup sukses sebagai seorang pimpinan. Misalnya, sewaktu menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), bisa menciptakan soliditas dengan wakilnya yaitu AM Fatwa.
"Lihat saja sekarang wakil saya sewaktu di MPR mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengeculian dari BPK, sekarang malah beliau menjadi ketua tim sukses saya,“ tukasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Gubernur Prijanto bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyambangi Gedung KPK. Kedatangan ini terkait dengan laporan persoalan korupsi. Ketika itu juga Prijanto memberikan buku kepada KPK mengenai persoalan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Misalnya, kampanye yang dilakukan oleh pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini. Dalam orasinya, dia menyinggung mengenai persoalan gubernur dan wakilnya yang tidak solid. Meski tidak menyebut secara detail siapa kedua pejabat yang dimaksud, namun hal itu mengarah pada Fauzi Bowo yang merupakan incumbent.
"Jangan sampai ada lagi wakil gubernur yang melaporkan gubernurnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena laporan korupsi,“ ujar Hidayat dalam orasinya di Gelanggang Olahraga (GOR) Brojosoemantri, Jakarta, Minggu (1/7/2012).
Hidayat membanggakan dirinya yang cukup sukses sebagai seorang pimpinan. Misalnya, sewaktu menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), bisa menciptakan soliditas dengan wakilnya yaitu AM Fatwa.
"Lihat saja sekarang wakil saya sewaktu di MPR mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengeculian dari BPK, sekarang malah beliau menjadi ketua tim sukses saya,“ tukasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Gubernur Prijanto bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyambangi Gedung KPK. Kedatangan ini terkait dengan laporan persoalan korupsi. Ketika itu juga Prijanto memberikan buku kepada KPK mengenai persoalan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
(kur)