Hidayat: Ada persamaan antara Ketua MPR & gubernur
Senin, 18 Juni 2012 - 17:53 WIB
Hidayat: Ada persamaan antara Ketua MPR & gubernur
A
A
A
Sindonews.com - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut empat Hidayat Nur Wahid berbagi pengalaman dengan pakar komunikasi politik Efendi Gozali dan Ainut "HNW", seorang artis televisi swasta yang mirip dengan Cagub Hidayat Nur Wahid (HNW).
Hidayat berbagi pengalamannya ketika menjabat Ketua MPR RI periode 2004-2009 hingga pencalonannya menjadi calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 di kediamannya, Jalan Kemang Selatan IV Nomor 79 D Jakarta Selatan.
"Ada persamaan antara Ketua MPR dengan Gubernur. MPR terdiri dari berbagai suku bangsa se-Indonesia, berbagai partai, golongan, dan berbagai agama. Gubernur juga demikian. Mengelola berbagai golongan, berbagai unsur," ujarnya di Jakarta, Senin (18/6/2012).
Kendati begitu, Hidayat mengaku, Ketua MPR dan Gubernur DKI memiliki perbedaan yang sangat mencolok. "Ketua MPR punya tiga wakil, sedangkan Gubernur hanya satu wakilnya. Pengalaman saya sebagai Ketua MPR, alhamdulillah, utuh sampai akhir. Tidak ada yang minta cerai, tidak ada yang kemudian melaporkan ke KPK atau polisi," terangnya.
Sementara itu, Ainut "HNW" mempertanyakan pencalonan diri Hidayat sebagai Gubernur Jakarta. Menurut Ainut, Hidayat harusnya menjadi Guru Bangsa.
"Guru Bangsa sebagai gubernur juga bisa dilakukan. Merubah yang kurang baik menjadi baik, mengatasi banjir, kemacetan, juga kemiskinan adalah tugas guru bangsa. Menjadi teladan untuk daerah lain, provinsi lain, itu juga tugas guru bangsa," ungkap Hidayat.
Ditambahkan dia, telah terjadi penyempitan dalam memaknai arti guru bangsa. Padahal, guru bangsa bisa diterapkan di manapun. "Guru bangsa harus bisa menerapkan ilmunya dalam kehidupan nyata, jangan hanya teoritis," pungkas Hidayat. (san)
Hidayat berbagi pengalamannya ketika menjabat Ketua MPR RI periode 2004-2009 hingga pencalonannya menjadi calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 di kediamannya, Jalan Kemang Selatan IV Nomor 79 D Jakarta Selatan.
"Ada persamaan antara Ketua MPR dengan Gubernur. MPR terdiri dari berbagai suku bangsa se-Indonesia, berbagai partai, golongan, dan berbagai agama. Gubernur juga demikian. Mengelola berbagai golongan, berbagai unsur," ujarnya di Jakarta, Senin (18/6/2012).
Kendati begitu, Hidayat mengaku, Ketua MPR dan Gubernur DKI memiliki perbedaan yang sangat mencolok. "Ketua MPR punya tiga wakil, sedangkan Gubernur hanya satu wakilnya. Pengalaman saya sebagai Ketua MPR, alhamdulillah, utuh sampai akhir. Tidak ada yang minta cerai, tidak ada yang kemudian melaporkan ke KPK atau polisi," terangnya.
Sementara itu, Ainut "HNW" mempertanyakan pencalonan diri Hidayat sebagai Gubernur Jakarta. Menurut Ainut, Hidayat harusnya menjadi Guru Bangsa.
"Guru Bangsa sebagai gubernur juga bisa dilakukan. Merubah yang kurang baik menjadi baik, mengatasi banjir, kemacetan, juga kemiskinan adalah tugas guru bangsa. Menjadi teladan untuk daerah lain, provinsi lain, itu juga tugas guru bangsa," ungkap Hidayat.
Ditambahkan dia, telah terjadi penyempitan dalam memaknai arti guru bangsa. Padahal, guru bangsa bisa diterapkan di manapun. "Guru bangsa harus bisa menerapkan ilmunya dalam kehidupan nyata, jangan hanya teoritis," pungkas Hidayat. (san)
()