Data bermasalah dalam DPT harus ditampilkan

Minggu, 10 Juni 2012 - 14:12 WIB
Data bermasalah dalam...
Data bermasalah dalam DPT harus ditampilkan
A A A
Sindonews.com - Pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan masyarakat pemantau pemilu harus menampilkan data yang dianggap tidak benar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan.

"Kalau ada keinginan memperbaiki kualitas data pemilih Pemilukada DKI 2012, pasangan calon, masyarakat, dan penyelenggara pemilu seharusnya menampilkan data yang dianggap tak benar kepada otoritas yang berwenang untuk dimusnahkan kalau ganda, diberikan hak politiknya kalau tak terdaftar," kata Manajer Advokasi dan Pendidikan Pemilih Jaringan Pendidikan Pemilih
untuk Rakyat (JPPR) Sunarto dalam diskusi 'Mengurai Sengkarut DPT Pemilukada DKI Jakarta' di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/6/2012).

Dia mengatakan, DPT selalu menjadi masalah dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Bahkan, pada Pemilu 2009 persoalan DPT sampai digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang akhirnya memperbolehkan penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Pada Pemilu 2009 yang paling nampak adalah banyaknya pemilih yang kehilangan haknya. Sedangkan Pemilukada DKI 2012 yang nampak digugat oleh kandidat adalah pemilih siluman dengan perbandingan DPT dengan e-KTP DKI Jakarta," ujarnya.

Dia juga mempertanyakan sikap sejumlah pasangan calon dan tim suksesnya yang selalu mempersoalkan DPT di akhir tahapan penetapan DPT. "Seharusnya, bila ada kejanggalan terhadap penyusunan DPS menjadi DPT, parpol segera melaporkannya. Mengapa selalu di detik-detik terakhir penetapan DPT rame-rame mempersoalkan masalah DPT. Padahal problem daftar pemilih dalam pemilu nasional dan Pilkada sering menjadi persoalan," ungkapnya.

Sekedar diketahui, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok), Hendardji Soepandji-A Riza Patria, Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (Didik), Faisal Basri-Biem Benjamin, serta pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono menolak menandatangani penetapan DPT Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Mereka menilai data DPT masih bermasalah. Jadi, hanya timses pasangan Foke-Nara yang menyetujui pengesahan DPT pada Sabtu 2 Juni 2012 tersebut. (lil)

()
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
11 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
11 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
12 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
12 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
12 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved