Ratusan keluarga di perbatasan tak punya WC
Rabu, 30 Mei 2012 - 14:50 WIB
Ratusan keluarga di perbatasan tak punya WC
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan Kepala keluarga di Desa Haumeni-ana, Timor Tengah utara(TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini tak miliki WC keluarga (Jamban), ketiadaan jamban keluarga itu terungkap saat salah anggota rombongan kunjungan Bupati ke wilayah itu, meminta izin membuang hajat ke kamar kecil.
“Kami di sini memang tidak ada WC, biasa buang air kecil di hutan saja, kalau tamu datang begini kami kesulitan, apalagi kami juga kesulitan air bersih,” ujar Yosep Kou, warga Desa Haumeni-ana menjelaskan, Rabu (30/5/2012).
Siprianus Asuat, Kepala desa Haumeni-ana mengakui 75 persen warganya tak miliki WC keluarga. Kebiasaan warga, memang sering buang air besar lebih memilih di hutan saja, ketersediaan air sangat sedikit
”Jumlah Kepala Keluarga (KK) di sini 403, yang belum miliki WC sebanyak 275 KK, desa lain juga pasti sama,” ujar Siprianus.
Siprianus juga menjelaskan, warganya tak miliki biaya untuk membangun WC, air bersih juga sulit diperoleh, akibatnya untuk membuang hajat, warga lebih memilih ke hutan.
Mengantisipasi hal itu, Bupati Timor Tengah Utara, Ray Fernandez menyarankan, membuat WC untuk warga dengan stok dana yang masih ada di desa.
”Boleh ambil dana dari ADD untuk buat WC keluarga.”Jelas Ray.
Desa Haumeni-ana dulu merupakan daerah terpencil, saat ini menjadi beranda RI untuk negara tetangga Timor Leste setelah Negara itu memilih untuk merdeka sendiri. Kondisi jalan sepanjang garis perbatasan itu masih berlubang, padahal ada keunikan tersendiri, yang memisahkan batas kedua Negara hanya Jalan Raya milik Indonesia.(azh)
“Kami di sini memang tidak ada WC, biasa buang air kecil di hutan saja, kalau tamu datang begini kami kesulitan, apalagi kami juga kesulitan air bersih,” ujar Yosep Kou, warga Desa Haumeni-ana menjelaskan, Rabu (30/5/2012).
Siprianus Asuat, Kepala desa Haumeni-ana mengakui 75 persen warganya tak miliki WC keluarga. Kebiasaan warga, memang sering buang air besar lebih memilih di hutan saja, ketersediaan air sangat sedikit
”Jumlah Kepala Keluarga (KK) di sini 403, yang belum miliki WC sebanyak 275 KK, desa lain juga pasti sama,” ujar Siprianus.
Siprianus juga menjelaskan, warganya tak miliki biaya untuk membangun WC, air bersih juga sulit diperoleh, akibatnya untuk membuang hajat, warga lebih memilih ke hutan.
Mengantisipasi hal itu, Bupati Timor Tengah Utara, Ray Fernandez menyarankan, membuat WC untuk warga dengan stok dana yang masih ada di desa.
”Boleh ambil dana dari ADD untuk buat WC keluarga.”Jelas Ray.
Desa Haumeni-ana dulu merupakan daerah terpencil, saat ini menjadi beranda RI untuk negara tetangga Timor Leste setelah Negara itu memilih untuk merdeka sendiri. Kondisi jalan sepanjang garis perbatasan itu masih berlubang, padahal ada keunikan tersendiri, yang memisahkan batas kedua Negara hanya Jalan Raya milik Indonesia.(azh)
()