Lumpur Lapindo jadi lokasi study tour

Senin, 28 Mei 2012 - 10:57 WIB
Lumpur Lapindo jadi...
Lumpur Lapindo jadi lokasi study tour
A A A
Sindonews.com - Memperingati enam tahun semburan lumpur Lapindo, ratusan siswa Sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sidoarjo menelusuri jejak bencana lumpur. Mereka mendatangi semburan lumpur di Kecamatan Porong yang sampai saat ini masih mengeluarkan semburan lumpur.

Siswa dari beberapa sekolah yang berbeda ini menumpang dua bus mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan waspada bencana di Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada siswa sejak dini untuk mengantisipasi bencana.

Awalnya siswa mengunjungi pusat semburan di tanggul Jatirejo, Kecamatan Porong. Di sini mereka mendapat penjelasan terkait munculnya semburan lumpur yang menenggelamkan ratusan hektare kawasan Porong dan sekitarnya.

Sebelum mendapat penjelasan terkait lumpur, sebanyak 100 siswa juga berdoa bersama agar semburan lumpur panas segera berhenti. "Kita berupaya memberikan antisipasi bencana sejak dini kepada siswa," ujar M Zuhri selaku tour gate Tour Mitigasi Bencana, Senin (28/5/2012).

Setelah dari lokasi semburan lumpur di Porong, rombongan siswa melanjutkan ke prasasti Kalamagyan di kawasan Krian, serta situs sejarah lainnya di kawasan Balongbendo. Situs Kalamagyan atau Klagyan sebagai pertanda kalau di kawasan Sidoarjo dulu sering terjadi bencana banjir dari Sungai Brantas.

Terakhir, siswa mengunjungi gunung lumpur di kawasan Kepulungan dan Buncitan, Kecamatan Sedati. Gunung lumpur di kawasan Sedati itu merupakan bekas semburan lumpur yang berlangsung ratusan tahun.

Karena volume semburannya kecil, sehingga tidak membahayakan warga dan hanya berupa gundukan gunung lumpur. Di atas gundukan lumpur itu terdapat prasasti Tawangalun yang berdiri di atas lumpur.

"Gunung lumpur itu menunjukkan jika di Sidoarjo pernah muncul semburan lumpur ratusan tahun silam. Karena volumenya kecil, kondisinya tidak seperti semburan lumpur di Porong," jelas M. Zuhri.

Candi Tawangalun, merupakan situs yang didirikan pada abad ke-10 hingga 14 masehi yang merupakan situs Hindu dan Budha. Situs itu menunjukkan jika di kawasan Sidoarjo memang rawan muncul semburan lumpur.(azh)
()
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
38 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved