Soal DPT, KPU DKI mengaku sudah transparans
Kamis, 24 Mei 2012 - 20:16 WIB
Soal DPT, KPU DKI mengaku sudah transparans
A
A
A
Sindonews.com - Saat didemo puluhan massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahiah Umar didampingi Ketua Pokja Kampanye Suhartono menyempatkan waktu untuk bertemu para demonstran, guna menjelaskan karut marutnya Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Saat menemui para demonstran, Dahliah Umar menceritakan pengalamannya ketika masih sebagai aktivis penggiat pemantau Pemilu.
“Lima tahun yang lalu, saya juga pernah berunjuk rasa kantor KPU DKI Jakarta. Dulu ketika saya masih di Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), pihak KPU DKI tertutup soal DPS maupun DPT,” cerita Dahliah Umar kepada para demonstran di halaman parkir KPU DKI Jakarta, Jalan Budi Kemulyaan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2012).
Pada saat itu, kata dia, dirinya dan rekannya di KIPP menggugat pihak KPU DKI Jakarta terkait tidak transparansnya Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Saat ini, kita tidak ingin lagi itu terjadi (tidak transparans), maka dari itu kami selalu terbuka,” ungkapnya.
Transparansi data KPU DKI Jakarta bisa terlihat ketika pihaknya memanggil Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) DKI Jakarta, para tim sukses, sejumlah LSM serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta kemarin sore. Pertemuan itu membeberkan data KPU DKI Jakarta, terutama soal data DPS.
Sementara itu, mengenai laporan banyaknya data fiktif di DPS, pihak KPU DKI Jakarta telah mengambil langkah.
“Makanya supaya make sense (masuk akal), bahwa kita mungkin akan mengundur waktu penetapan DPT pada 26 Mei 2012,” ujar Ketua Pokja Pendataan Pemilih Aminullah kepada wartawan di ruangannya.
Sekedar diketahui, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta kembali didemo oleh puluhan massa. Kali ini, massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) mendemo kantor KPU DKI Jakarta. Setelah menggelar aksi demo di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), mereka tiba di kantor KPU DKI Jakarta sekira pukul 13.30 WIB.(azh)
Saat menemui para demonstran, Dahliah Umar menceritakan pengalamannya ketika masih sebagai aktivis penggiat pemantau Pemilu.
“Lima tahun yang lalu, saya juga pernah berunjuk rasa kantor KPU DKI Jakarta. Dulu ketika saya masih di Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), pihak KPU DKI tertutup soal DPS maupun DPT,” cerita Dahliah Umar kepada para demonstran di halaman parkir KPU DKI Jakarta, Jalan Budi Kemulyaan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2012).
Pada saat itu, kata dia, dirinya dan rekannya di KIPP menggugat pihak KPU DKI Jakarta terkait tidak transparansnya Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Saat ini, kita tidak ingin lagi itu terjadi (tidak transparans), maka dari itu kami selalu terbuka,” ungkapnya.
Transparansi data KPU DKI Jakarta bisa terlihat ketika pihaknya memanggil Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslukada) DKI Jakarta, para tim sukses, sejumlah LSM serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta kemarin sore. Pertemuan itu membeberkan data KPU DKI Jakarta, terutama soal data DPS.
Sementara itu, mengenai laporan banyaknya data fiktif di DPS, pihak KPU DKI Jakarta telah mengambil langkah.
“Makanya supaya make sense (masuk akal), bahwa kita mungkin akan mengundur waktu penetapan DPT pada 26 Mei 2012,” ujar Ketua Pokja Pendataan Pemilih Aminullah kepada wartawan di ruangannya.
Sekedar diketahui, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta kembali didemo oleh puluhan massa. Kali ini, massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) mendemo kantor KPU DKI Jakarta. Setelah menggelar aksi demo di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), mereka tiba di kantor KPU DKI Jakarta sekira pukul 13.30 WIB.(azh)
()