15 pekerja proyek Kali Lamong keracunan

Kamis, 24 Mei 2012 - 00:02 WIB
15 pekerja proyek Kali...
15 pekerja proyek Kali Lamong keracunan
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 15 pekerja CV Sukone, PT Adhi Karya, yang sedang menggarap proyek Kali Lamong dari PT Pelindo III Surabaya keracunan makanan. 15 karyawan itu kini dirawat inap di Puskesmas Alun-alun, Gresik.

Ke-15 karyawan CV Sukone itu adalah M Arif, Abdurahman, Ari, Nawi, Hendro, Rahman, Wito, Nur Salim, Ghofur, Tatang, Yanto, Deny, Rochim, Soleh dan Rozikin. Dari jumlah itu lima karyawan dirawat intensif yaitu Yanto, Deny, Rochim, Soleh dan Rozikin.

Informasi yang dihimpun, para pekerja itu mengalami mual, pusing dan muntah-muntah. Diperkirakan hal itu disebabkan para pekerja itu mengonsumsi makanan yang disediakan pada malam hari.

“Keracunan itu kami duga setelah para pekerja mengonsumsi makanan yang diberikan Selasa 22 Mei malam. Sedangkan pada pagi harinya belasan pekerja mengalami mual, muntah serta pusing-pusing. Langsung kami bawa ke Puskesmas Alun-alun untuk mendapat perawatan,” ujar M Samin, salah satu mandor pada proyek tersebut, Rabu (23/5/2012).

Salah seorang korban, Hendro, mengaku dirinya bersama temannya mengalami mual, pusing dan muntah-muntah setelah bangun pagi. Padahal perutnya belum terisi apa-apa selain mengkonsumsi makanan malam yang meliputi nasi, sambal, ayam serta mie.

"Untungnya saya tidak begitu parah. Sehingga, saya tidak sampai dirawat intensif,” tandas Hendro.

Sementara Kepala Puskesmas Alun-alun Ninik Widastuti mengatakan, melihat dari ciri-ciri yang diderita para korban, pihaknya menduga kuat para karyawan tersebut mengalami keracunan. Karena memang salah satu gejala keracunan, yakni mual, muntah dan pusing.

"Maka itu, kami langsung memberikan perawatan kepada 15 korban. Hanya dari jumlah itu lima korban di antaranya harus menjalani rawat inap. Karena tingkat keracunannya cukup berat," katanya.

Sedangkan Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Kabupaten Gresik Bambang Suherman mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap makanan yang dikonsumsi para pekerja. Untuk melakukan pemeriksaan, pihaknya akan mencari pengirim makanan kemudian diambilkan sample jenis makanan yang diberikan kepada pekerja.

"Apabila dalam pemeriksaannya nanti terbukti, maka Dinkes akan melakukan pembinaan terhadap si pengirim makanan, sehingga hal ini tidak terulang kembali," katanya.(azh)
()
Berita Terkini
Pendekar 08 Kolaborasi...
Pendekar 08 Kolaborasi dengan Pemda Hadirkan Khitanan Massal Gratis
3 menit yang lalu
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
2 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
4 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
5 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
5 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Senin 15 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved