Pabrik perakitan BB palsu digerebek

Kamis, 17 Mei 2012 - 11:43 WIB
Pabrik perakitan BB...
Pabrik perakitan BB palsu digerebek
A A A
Sindonews.com - Ribuan telepon genggam jenis Blackberry (BB) ilegal berbagai tipe berhasil diamankan Polresta Pekanbaru, Riau. Pengamanan itu dilakukan setelah polisi melakukan penggerebekan di sebuah pabrik perakitan.

Penggerebekan itu dilakukan disebuah rumah toko (ruko) tempat perakitannya di Jalan Riau, Pekanbaru. Untuk mengelabui petugas, pemilik tempat perakitan BB ini menjual ikan hias yang dipajang di depan tokonya. Baru kemudian bagian belakang tempat perakitan.

Kasat Reskrim Polresea Pekanbaru AKP Arif Fajar mengatakan, berdasarkan dari hasil penyelidikan, ribuan Blackberry ilegal ini diselundupkan dari luar negri. Kemudian sampai di Riau HP tersebut dirakit kemudian diberi surat garansi dan hologram palsu yang mirip dengan aslinya.

"Hasil Blackberry ilegal ini dijual ke berbagai daerah seperti, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau daerah Kalimantan dan daerah lain. Dan tentu dengan harga yang lebih murah dari aslinya," katanya Arif menjelaskan kepada wartawan (17/5/2012).

Usai penggerebekan BB palsu yang dipak dalam kardus ini dibawa ke Mapolresta Pekanbaru. Polisi juga mengamankan enam orang yakni pemilik dan pekerja.(azh)
()
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
30 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
44 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
53 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
59 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved