Polisi himbau pengusaha minimarket siaga
Senin, 07 Mei 2012 - 17:59 WIB
Polisi himbau pengusaha minimarket siaga
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya telah memberikan usulan kepada Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengenai pengamanan di minimarket.Polri mengimbau pengusaha gerai-gerai mini market menyiagakan Satpam. Selain itu, pengusaha harus bersosialisasi dengan warga sekitar minimarket.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan kita sudah memberikan berbagai saran.
"Usulan tersebut yang kita minta ke aprindo itu bisa menggunakan satpam, CCTV, dan bisa menggunakan alat Panic Button," Tuturnya di Balai Wartawan, Mapolda Jaya Senin (7/5/2012).
Rikwanto menjelaskan Panic Button ini digunakan agar saat ada peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan, pegawai bisa langsung menggunakan alat tersebut. Ketika alat tersebut ditekan maka Polsek terdekat akan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Jadi jika Dirampok, kemudian pegawai minimarket tinggal pencet tombol dan langsung tersambung ke pihak keamanan terdekat. Misalnya ke pos satpam atau langsung ke Polsek, nanti petugas yang menerima bisa tahu ada tanda nyala," pungkasnya.
Seperti diketahui, Perampokan terhadap sejumlah minimarket belakangan ini marak terjadi di wilayah Jakarta dan Bekasi. Hal ini disebabkan masih lemahnya pengamanan minimarket itu.
Diketahui, sebagian besar minimarket tidak dilengkapi kamera closed circuit television (CCTV), dan tidak memiliki satuan pengamanan pada malam hari, seperti Satpam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, tidak mungkin personel kepolisian menjaga setiap minimarket yang ada di wilayah Jakarta. Sedangkan, pihaknya sendiri masih kekurangan personel.
"Saya meminta kepada para pengusaha minimarket itu agar menyiapkan Satpam. Ini merupakan upaya untuk melakukan pencegahan terhadap pelaku," ujarnya. (wbs)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan kita sudah memberikan berbagai saran.
"Usulan tersebut yang kita minta ke aprindo itu bisa menggunakan satpam, CCTV, dan bisa menggunakan alat Panic Button," Tuturnya di Balai Wartawan, Mapolda Jaya Senin (7/5/2012).
Rikwanto menjelaskan Panic Button ini digunakan agar saat ada peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan, pegawai bisa langsung menggunakan alat tersebut. Ketika alat tersebut ditekan maka Polsek terdekat akan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Jadi jika Dirampok, kemudian pegawai minimarket tinggal pencet tombol dan langsung tersambung ke pihak keamanan terdekat. Misalnya ke pos satpam atau langsung ke Polsek, nanti petugas yang menerima bisa tahu ada tanda nyala," pungkasnya.
Seperti diketahui, Perampokan terhadap sejumlah minimarket belakangan ini marak terjadi di wilayah Jakarta dan Bekasi. Hal ini disebabkan masih lemahnya pengamanan minimarket itu.
Diketahui, sebagian besar minimarket tidak dilengkapi kamera closed circuit television (CCTV), dan tidak memiliki satuan pengamanan pada malam hari, seperti Satpam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, tidak mungkin personel kepolisian menjaga setiap minimarket yang ada di wilayah Jakarta. Sedangkan, pihaknya sendiri masih kekurangan personel.
"Saya meminta kepada para pengusaha minimarket itu agar menyiapkan Satpam. Ini merupakan upaya untuk melakukan pencegahan terhadap pelaku," ujarnya. (wbs)
()