Jokowi & Alex tak diterima Pemuda Jakarta

Senin, 07 Mei 2012 - 17:38 WIB
Jokowi & Alex tak diterima...
Jokowi & Alex tak diterima Pemuda Jakarta
A A A
Sindonews.com - Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Muda Peduli Jakarta (GMPJ) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (Tugu Selamat Datang).

Dalam aksi unjuk rasa itu, mereka tak setuju jika Joko Widodo (Jokowi) dan Alex Noerdin memimpin DKI Jakarta. Dalam aksinya itu mereka membawa spanduk bertuliskan "Jokowi=Alex Noerdin, tak amanah".

"Mobil Esemka, Jokowi menipu Indonesia? Tabir kebohongan mobil Kiat Esemka mulai terkuak. Mobil yang selama ini digadang-gadang sebagai buah karya siswa SMK itu ternyata hampir semua komponennya mencomot dari mobil produk lain," ujar Humas GMPJ, Tyo dalam orasinya, di lokasi unjuk rasa, Senin (7/5/2012).

Pada kesempatan itu, mereka juga mengungkapkan persoalan menyangkut Jokowi. Misalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta masih memiliki tunggakan rekening listrik untuk penerangan jalan umum senilai Rp13 miliar.

Tak hanya itu, persoalan tingginya angka korupsi di Pemerintahan Kota Solo, juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka menolak DKI Jakarta dipimpin oleh Jokowi yang saat ini menjadi Wali Kota Solo.

Masih dalam orasinya, dikatakan, pada tahun 2010, Kota Solo adalah urutan ke-4 kasus korupsi terbanyak di Jawa Tengah. Penduduk miskin di Solo pun dikatakan meningkat.

"Dengan penduduk hanya sekira 559.318 ribu jiwa (BPS 2011) penduduk miskin di Solo tahun 2009 sebanyak 107.000 jiwa, naik mencapai 130 ribu jiwa pada tahun 2011, meningkat 4 persen," tambahnya.

Di samping itu, mereka pun menyatakan bahwa setiap tahun Kota Solo mengalami banjir, revitalisasi pasar tradisional tak beres, Kota Solo bermasalah soal sampah.

Selain Jokowi, Alex Noerdin pun mendapat kritikan dalam aksi unjuk rasa pemuda tersebut. Mereka menuding Alex Noerdin masih terkait kasus Wisma Atlet SEA Games.

"Kasus suap Wisma Atlet di Palembang, Alex mendapat jatah komisi proyek dari PT Duta Graha Indah selaku kontraktor sebesar 2,5 persen dari total proyek Rp191,6 Miliar," imbuhnya.
()
Berita Terkini
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
9 menit yang lalu
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
9 menit yang lalu
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
24 menit yang lalu
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
45 menit yang lalu
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
52 menit yang lalu
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
1 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved