UN, kelulusan siswa SD ditentukan sekolah

Senin, 07 Mei 2012 - 10:04 WIB
UN, kelulusan siswa...
UN, kelulusan siswa SD ditentukan sekolah
A A A
Sindonews.com - Kelulusan ujian nasional (UN) di jenjang sekolah dasar (SD) tetap menjadi kewenangan sekolah dengan menggabungkan ujian sekolah dan UN.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Mungin Edy Wibowo mengatakan, sistem penilaian untuk UN SD didasarkan pada nilai rapor dan ujian sekolah. Kedua elemen ini diserahkan ke masing-masing dinas kabupaten atau kota untuk selanjutnya diteruskan ke tingkat provinsi.

Pemerintah provinsi kemudian menggabungkan nilai ujian sekolah dengan UN untuk selanjutnya ditetapkan scoring. Hasil scoring kemudian dikembalikan lagi ke dinas kabupaten/ kota dan ditransfer lagi ke sekolah. Pada tahap akhir ini, ungkap Mungin, penetapan standar nilai kelulusan siswa SD ditentukan sekolah dengan komite sekolah.

Penilaian itu dilakukan berdasarkan penyelesaian program pembelajaran dan nilai-nilai keagamaan, kewarganegaraan, estetika, pendidikan jasmani, kesehatan, dan olahraga.

"Pelaksanaan UN SD juga dibuat tidak seketat UN SMP dan SMA. Mulai dari pembuatan soal hingga pengawasan didesain untuk memastikan agar seluruh peserta UN SD lulus dan mendukung program wajib belajar sembilan tahun," ungkap Mungin di Jakarta kemarin.

Kemudahan ini, ujarnya, di antaranya dapat dilihat dari materi soal yang tidak seluruhnya dibuat pusat, melainkan ada kontribusi besar dari daerah. "Komposisinya, 75% dibuat oleh daerah, sisanya pusat," tandasnya.

Perbedaan lain, dalam pelaksanaan UN SD, potensi mencontek siswa tidak dipersulit dengan menggunakan lima model soal seperti di UN SMP dan SMA. Soal yang disiapkan panitia hanya soal utama untuk pelaksanaan ujian dan soal cadangan untuk siswa yang mengikuti ujian susulan.

Mungin mengatakan, UN SD akan digelar serentak di 33 provinsi pada 7-9 Mei 2012. Sedangkan ujian susulan direncanakan pada 14-16 Mei 2012. Pengumumannya diserahkan pada kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Seperti tahun lalu, pengumumannya pun bisa tidak serentak. UN SD tahun ini akan diikuti sekitar 4.536.020 siswa SD, MI, dan SDLB.

Direktur Pembinaan SD Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan, meski pelaksanaan UN SD tidak dibuat superketat layaknya pengawasan di UN SMA dan SMP,itu tidak juga dilakukan ala kadarnya. "Mulai dari persiapan siswa, pembuatan soal, hingga penjagaan ujian harus dijalankan dengan sungguh-sungguh," tandasnya.

Ibrahim menyatakan, UN SD ini berfungsi layaknya UN SMA, SMK, dan SMP yakni sebagai evaluasi belajar tahap akhir. Meskipun soal ujian dicetak dan dibuat oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap memberikan pelatihan agar kualitas soal UN tetap terjaga. (san)
()
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
4 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
4 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
4 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
5 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
6 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
7 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved