Bawa tim ahli, HNW-Didik janji benahi Jakarta
Jum'at, 13 April 2012 - 18:47 WIB
Bawa tim ahli, HNW-Didik janji benahi Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini memiliki konsep transportasi massal yang bisa mengatasi permasalahan macet di DKI Jakarta.
"Hidayat-Didik siap dengan sistem konsep transportasi. Berdasarkan tim ahli," ujarnya kepada wartawan dalam acara 'Kongkow' bareng Bang Didik Rachbini (Cawagub DKI) di Paparon Pizza apartemen Park Royal Tower 1, Jalan Gatot Subroto, Jumat (13/4/2012).
Jika pihaknya terpilih nanti, Didik mengatakan, soal pendanaan konsep transportasi massal tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investor.
"Pendanaan berasal dari APBD, APBD DKI Jakarta Rp36 Triliun per tahun, untuk transportasi massal 20 persen. Lalu dari Pemerintah Pusat (APBN), karena Jakarta harus dapat alokasi. Ini kota internasional, selanjutnya pendanaan dari investor," imbuhnya.
Kombinasi transportasi massal yang dimaksud menurut Didik adalah monorel, Busway dan Mass Rapid Transit (MRT).
Lebih lanjut dia menuturkan, Jakarta termasuk yang menderita di dunia atas permasalahan kemacetan. "Stres dengan angkutan transportasi. Macet, dan masalah ini tidak dibenahi. Kota di Asia dan dunia sudah terbebas dari macet. Tinggal di Bombay dan Jakarta yang masih mengalami macet," pungkasnya.(azh)
"Hidayat-Didik siap dengan sistem konsep transportasi. Berdasarkan tim ahli," ujarnya kepada wartawan dalam acara 'Kongkow' bareng Bang Didik Rachbini (Cawagub DKI) di Paparon Pizza apartemen Park Royal Tower 1, Jalan Gatot Subroto, Jumat (13/4/2012).
Jika pihaknya terpilih nanti, Didik mengatakan, soal pendanaan konsep transportasi massal tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investor.
"Pendanaan berasal dari APBD, APBD DKI Jakarta Rp36 Triliun per tahun, untuk transportasi massal 20 persen. Lalu dari Pemerintah Pusat (APBN), karena Jakarta harus dapat alokasi. Ini kota internasional, selanjutnya pendanaan dari investor," imbuhnya.
Kombinasi transportasi massal yang dimaksud menurut Didik adalah monorel, Busway dan Mass Rapid Transit (MRT).
Lebih lanjut dia menuturkan, Jakarta termasuk yang menderita di dunia atas permasalahan kemacetan. "Stres dengan angkutan transportasi. Macet, dan masalah ini tidak dibenahi. Kota di Asia dan dunia sudah terbebas dari macet. Tinggal di Bombay dan Jakarta yang masih mengalami macet," pungkasnya.(azh)
()