Tahanan tewas, Komnas HAM datangi Polres Bukittinggi

Selasa, 03 April 2012 - 12:12 WIB
Tahanan tewas, Komnas...
Tahanan tewas, Komnas HAM datangi Polres Bukittinggi
A A A
Sindonews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mendatangi Polres Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Kedatangan Komnas HAM dan LBH Padang ini terkait dengan kematian seorang tahanan, Erik Alamsyah (21) yang tewas setelah menjalani interogasi di Polsek Bukittinggi.

Ketua Komnas HAM perwakilan Sumbar Ali Ahmad mengatakan, pihaknya ingin mengetahui proses penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap Erik, tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Kami ingin meminta keterangan dari pihak kepolisian. Kematian Erik sangat janggal. Ini diduga, Erik dianiaya polisi saat interogasi," ungkap Ali menjelaskan kepada wartawan, Selasa (3/4/2012).

Advokat LBH Padang Arif Paderi mengatakan, seluruh advokat siap mendampingi keluarga korban terkait kematian Erik.

Berita sebelumnya, sebanyak enam orang personel polisi Polsek Bukittinggi yakni Bripka AM, Bripka RM, Brigadir DM, Brigadir DA, Brigadir FY, dan Briptu BH diperiksa dan ditahan di Serse Kriminal Umum Polda Sumbar setelah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumbar.(azh)
()
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved