Penembakan GKI Indramayu, Gubernur serahkan ke aparat hukum
Sabtu, 17 Maret 2012 - 11:37 WIB
Penembakan GKI Indramayu, Gubernur serahkan ke aparat hukum
A
A
A
Sindonews.com - Terkait penembakan terhadap Gereja Kristen Indonesia (GKI) Indramayu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan kasus tersebut kepada aparat hukum.
"Ini masalah hukum dan kriminal. Kami serahkan kepada penegak hukum," kata Heryawan usai mengikuti upacara Deklarasi Forum Ormas di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/3/2012).
Untuk masyarakat Indramayu, umumnya untuk masyarakat Jabar, Heryawan mengimbau supaya jangan terprovokasi. "Marilah kita jaga supaya Jabar jadi masyarakat rukun, damai, tentram sehingga tak ada masalah yang berarti. Jika ada masalah segera diselesaikan," harapnya.
Heryawan yakin, masyarakat memiliki kemampuan sendiri untuk menyelesaikan masalah di negeri ini. Dalam amanat upacaranya, Heryawan menuturkan dalam satu dasawarsa terakhir terorisme global makin meningkat, dari modus, kuantitas maupu kualitas.
Kata Heryawan, Indonesia juga tak lepas dari ancaman terorisme. Di Jabar, sejak 1998 sudah terjadi berbagai peledakan bom hingga terakhir bom bunuh diri di Masjid Al Zikro Polresta Cirebon.
"Kita memiliki empat pilar kebangsaan yang sudah final, yakni Pancasila, UUD45, bentuk negara NKRI, dan mengakui adanya keragaman bhineka tunggal ika. Meski beragam kita tetap satu Indonesia. Ini semua sudah final," paparnya.
Seperti diberitakan, GKI Indramayu, di Jalan Cimanuk, diberondong tembakan, Jumat 16 Maret kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dua pelaku sudah diamankan polisi. (wbs)
"Ini masalah hukum dan kriminal. Kami serahkan kepada penegak hukum," kata Heryawan usai mengikuti upacara Deklarasi Forum Ormas di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/3/2012).
Untuk masyarakat Indramayu, umumnya untuk masyarakat Jabar, Heryawan mengimbau supaya jangan terprovokasi. "Marilah kita jaga supaya Jabar jadi masyarakat rukun, damai, tentram sehingga tak ada masalah yang berarti. Jika ada masalah segera diselesaikan," harapnya.
Heryawan yakin, masyarakat memiliki kemampuan sendiri untuk menyelesaikan masalah di negeri ini. Dalam amanat upacaranya, Heryawan menuturkan dalam satu dasawarsa terakhir terorisme global makin meningkat, dari modus, kuantitas maupu kualitas.
Kata Heryawan, Indonesia juga tak lepas dari ancaman terorisme. Di Jabar, sejak 1998 sudah terjadi berbagai peledakan bom hingga terakhir bom bunuh diri di Masjid Al Zikro Polresta Cirebon.
"Kita memiliki empat pilar kebangsaan yang sudah final, yakni Pancasila, UUD45, bentuk negara NKRI, dan mengakui adanya keragaman bhineka tunggal ika. Meski beragam kita tetap satu Indonesia. Ini semua sudah final," paparnya.
Seperti diberitakan, GKI Indramayu, di Jalan Cimanuk, diberondong tembakan, Jumat 16 Maret kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dua pelaku sudah diamankan polisi. (wbs)
()