Dua bulan, enam warga Trenggalek positif HIV/AIDS

Rabu, 22 Februari 2012 - 11:31 WIB
Dua bulan, enam warga...
Dua bulan, enam warga Trenggalek positif HIV/AIDS
A A A
Sindonews.com - Peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Trenggalek pada 2012 ini dinilai lebih pesat dibanding tahun sebelumnya. Tercatat, hanya rentang waktu dua bulan (Januari-Februari), telah ditemukan enam orang positif sebagai ODHA.

“Diprediksikan pertambahan ODHA tahun ini akan lebih tinggi dibanding sebelumnya, “ujar Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Trenggalek Suparman kepada wartawan.

Data yang dimiliki Dinkes Trenggalek, sejak tahun 2004 hingga sekarang, ditemukan lebih dari seratus orang teridap HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya meninggal dunia. Sebagian besar penderita, kata Suparman, baru teridentifikasi setelah infeksinya sudah parah. Bahkan beberapa di antaranya sudah menular ke orang terdekat dalam lingkunganya.

Dicontohkan, salah satu ODHA yang belum lama ini teridentifikasi. Adanya gejala HIV/AIDS mendorong petugas kesehatan Trenggalek memberikan rujukan ke klinik VCT RSUD dr Iskak Tulungagung. Hasilnya, yang bersangkutan memiliki latar belakang suka berganti pasangan sehingga positif HIV/AIDS.

“Dan karena kondisinya yang teramat parah, medis tidak mampu menolong secara maksimal,“ terangnya.

Sebagai tindak lanjut dari fenomena yang ada, Dinkes melakukan pantau khusus ke lingkungan rumah tahanan dan komunitas transgender/waria. Selain lokalisasi, dua kelompok sosial ini dianggap memiliki risiko tinggi (risti) penyebaran HIV/AIDS.

“Kita datangi secara persuasif, yakni metode jemput bola. Di sana kita juga meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan tes di klinik VCT jika memang mengalami gejala seperti infeksi HIV/AIDS. Sebab sebelumnya juga pernah diketahui penghuni rutan positif HIV/AIDS, “paparnya.

Untuk memperkecil penyebaran HIV/AIDS, Dinkes juga mengimbau kepada para pekerja buruh migran (TKI/TKW) serta pekerja urban (kerja di luar kota dan pulau) untuk sering-sering memeriksakan diri ke klinik VCT.

“Sebab, dua kelompok ini juga termasuk berisiko tinggi. Apalagi yang memiliki riwayat suka berganti pasangan dan memakai narkoba,“ pungkasnya.
()
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved