Dishub Medan beli Harley, hamburkan uang rakyat

Jum'at, 17 Februari 2012 - 10:13 WIB
Dishub Medan beli Harley,...
Dishub Medan beli Harley, hamburkan uang rakyat
A A A
Sindonews.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan membeli dua unit Harley Davidson seharga Rp980 juta menuai kritik karena dinilai tidak tepat sasaran.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim Muis mengatakan, pengadaan motor besar untuk patroli dan pengawalan (patwal) itu tidak ada manfaatnya bagi masyarakat luas.

Lebih baik dana itu dipergunakan untuk kebutuhan yang lebih penting. "Untuk perbaikan infrastruktur saja masih kurang.Kenapa harus dihamburkan-hamburkan untuk yang tidak perlu. Inikan aneh," ucapnya kemarin.

Menurut dia, usulan pengadaan kendaraan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan itu sangat tidak masuk akal. Saat ini kinerja Dishub sedang disorot akibat tidak maksimal menata dan mengutip retribusi parkir.

Jadi, sangat aneh jika dalam kondisi seperti itu Dishub malah mengajukan pembelian kendaraan patwal. "Perbaiki dulu kinerja. Kalau memang sudah menunjukkan hasil maksimal, baru itu (pengadaan Harley Davidson) dipikirkan. Kerja saja masih buruk, minta yang macam-macam," ucapnya.

Untuk sementara, dia menyarankan Dishub memaksimalkan kendaraan patwal yang sudah ada. Sebab,selama ini sudah tersedia dua sepeda motor biasa, satu kendaraan polisi, dan satu unit mobil double kabin. "Jadi, jangan buat masyarakat marah.Lebih baik ditunda dan dialihkan untuk kepentingan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Aset dan Perlengkapan, Sekretariat Kota Medan (Setdako) Medan Muhammad Husni mengatakan, rencana pengadaan Harley Davidson itu merupakan permintaan dari Dishub yang diajukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan.

Bappeda kemudian menempatkan anggaran di bagian aset. "Pengadaan ini permintaan Dishub.Mereka mungkin malu atau apa jika menganggarkan langsung. Makanya, dibuang kemari," ucap Husni.

Pun begitu, dia tidak setuju jika pengadaan motor besar itu dianggap sia-sia.Karena kendaraan itu bermanfaat untuk membantu kinerja petugas Disdub di lapangan. "Disesuaikan dengan kondisi kota saja. Tidak mungkin mobil mewah yang punya kecepatan tinggi digiring sepeda motor biasa. Kebutuhannya tetap ada," tuturnya.

Pembelian yang cukup besar tersebut pastinya diikuti dana operasional besar. Mulai dari perawatan hingga pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Sebab, sepeda motor ini termasuk kategori kendaraan boros BBM. Tapi, menurut Husni, itu semua nantinya urusan Dishub.

"Itu urusan Dishub, bukan kami lagi. Begitu barang itu dibeli dan masuk, langsung diserahkan ke Dishub. Sebab, mereka yang menggunakannya," tuturnya.

Pengadaan dua unit kendaraan itu akan dilelang tahun ini melalui pos anggaran di Bagian Aset dan Perlengkapan, Setdako Medan. (san)
()
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
52 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved