Senpi masih marak, Polda gelar razia lagi
Rabu, 15 Februari 2012 - 13:09 WIB
Senpi masih marak, Polda gelar razia lagi
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya akan menggelar razia senjata api sepuluh hari kedepan. Razia senpi bersandi Brantas Jaya 2012 itu menyusul masih maraknya tindak kejahatan kekerasan menggunakan senpi terjadi belakangan ini.
"Sekarang sedang tren pelaku kejahatan menggunakan senpi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Menurut Rikwanto, pelaku kejahatan menggunakan senpi memberikan efek takut korbannya, atau bahkan digunakan untuk menyakiti korbannya.
Meningkatnya kejahatan dengan senjata api itu diakui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Toni Harmanto. Menurut dia, razia itu penting dilakukan mengingat meningkatnya kerawanan. Pernah, dalam waktu sehari, terjadi tindak kejahatan dengan senpi.
"Jadi operasi kami ini adalah sebagai sikap dari maraknya kejahatan senpi, dan ini hasilnya, biar masyarakat yang menilai," terangnya sembari menunjukkan hasil razia Brantas Jaya yang digelar sebelumnya.
Brantas Jaya digelar 4-13 Februari 2012 Polda Metro bekerja sama dengan polres, antara lain, Polres Tangerang, Bekasi, Depok, Bekasi, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.
Dari operasi 23 pucuk senjata api mulai dari jenis sigsower, wolter, bareta, revolver dan juga senjata rakitan. Adapula air soft gun dan senjata api mainan. Senjata mainan biasanya hanya digunakan untuk menakut-nakuti korbannya.
Selain senpi ada juga 25 senjata tajam, 56 unit kendaraan bermotor roda dua, 13 unit kendaraan bermotor roda empat, 67 unit telpon genggam, 651 botol minuman keras, serta 675 buah barang bukti lainnya.(lin)
"Sekarang sedang tren pelaku kejahatan menggunakan senpi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Menurut Rikwanto, pelaku kejahatan menggunakan senpi memberikan efek takut korbannya, atau bahkan digunakan untuk menyakiti korbannya.
Meningkatnya kejahatan dengan senjata api itu diakui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Toni Harmanto. Menurut dia, razia itu penting dilakukan mengingat meningkatnya kerawanan. Pernah, dalam waktu sehari, terjadi tindak kejahatan dengan senpi.
"Jadi operasi kami ini adalah sebagai sikap dari maraknya kejahatan senpi, dan ini hasilnya, biar masyarakat yang menilai," terangnya sembari menunjukkan hasil razia Brantas Jaya yang digelar sebelumnya.
Brantas Jaya digelar 4-13 Februari 2012 Polda Metro bekerja sama dengan polres, antara lain, Polres Tangerang, Bekasi, Depok, Bekasi, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.
Dari operasi 23 pucuk senjata api mulai dari jenis sigsower, wolter, bareta, revolver dan juga senjata rakitan. Adapula air soft gun dan senjata api mainan. Senjata mainan biasanya hanya digunakan untuk menakut-nakuti korbannya.
Selain senpi ada juga 25 senjata tajam, 56 unit kendaraan bermotor roda dua, 13 unit kendaraan bermotor roda empat, 67 unit telpon genggam, 651 botol minuman keras, serta 675 buah barang bukti lainnya.(lin)
()