Sekolah negeri tak punya tempat belajar

Senin, 13 Februari 2012 - 16:39 WIB
Sekolah negeri tak punya...
Sekolah negeri tak punya tempat belajar
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 103 siswa kelas 9, SMPN 4 Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terpaksa harus mengikuti pemantapan dengan belajar di musala dan garasi mobil.

Hal ini dikarenakan sekolah tidak memiliki ruangan dan bangunan untuk belajar. Mengingat saat ini saja, untuk kegiatan belajar-mengajar sekolah ini masih numpang tempat di SMPN 1 Cipatat.

"Mau bagaimana lagi. Kegiatan pemantapan ujian di musala dan garasi dengan sangat terpaksa dilakukan karena kami tidak punya ruangan untuk dipakai," tutur Wakil Kepala SMPN 4 Cipatat Rokib Supardi, Senin (13/2/2012).

Para murid yang terpaksa belajar di musala dan garasi adalah siswa kelas 9, di mana mereka saat ini sedang mengikuti persiapan pemantapan menjelang ujian. Pemantapan itu dilakukan setiap Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat dari pukul 10.00-12.00 WIB.

Kemudian mulai pukul 12.45 WIB, mereka baru bisa belajar di ruangan kelas setelah paginya digunakan belajar siswa SMPN 1 Cipatat. "Karena ruangan yang kecil, maka murid pun dibagi-bagi. Kelas 9 A dan B belajar di garasi dan Kelas 9 C belajar di musala," sambungnya.

Dikatakan Rokib, masjid yang dipakai belajar adalah Masjid Al Hasanah, RT1 RW 14, Kampung Andir, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat. Sedangkan garasi mobil yang dipakai adalah milik salah seorang guru sekolah ini yang berukuran sekitar 3x5 meter. Sehingga, ketika belajar murid-murid harus berdesakan dan kepanasan.

Rokib menyebutkan SMPN 4 Cipatat berdiri sejak 2010 dan saat ini total memiliki 477 siswa. Kelas 9 ada 103 siswa, kelas 7 ada 216 siswa, dan sisanya kelas 8 dengan total ada 6 rombongan belajar.

Akibat ketidakadaan bangunan sekolah dan keterbatasan ruangan kelas pada tahun ajaran lalu pun sebanyak 174 siswa terpaksa tidak diterima karena tidak tertampung. Sekolah hanya menerima 216 siswa.

"Ini adalah sekolah favorit. Tapi jangankan gedung, lahan saja kami tidak punya. Termasuk kami juga masih kekurangan tenaga pendidik. Dari total 29 guru, PNS-nya hanya 9 dan sisanya adalah tenaga honorer," katanya.

Salah seorang murid kelas 9, Andi Hermawan mengaku sangat tidak nyaman ketika harus belajar di musala atau garasi. Selain panas, dia juga tidak bisa konsentrasi penuh karena ruangan yang berdesakan dan tidak nyaman.

"Ya, inginnya saya belajar di ruangan yang ada meja dan kursinya. Kalau di lantai gini sering kesemutan," ucap Andi yang untuk sampai ke sekolah harus berjalan sejam perjalanan.
()
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
48 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved