321 daerah masuk kategori risiko tinggi bencana

Jum'at, 10 Februari 2012 - 08:47 WIB
321 daerah masuk kategori...
321 daerah masuk kategori risiko tinggi bencana
A A A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, berdasarkan peta risiko nasional yang baru selesai dibuat terdapat 321 kabupaten dan kota di Tanah Air yang berisiko tinggi terkena bencana.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari hasil pemetaan risiko bencana di seluruh provinsi diketahui terdapat 321 atau 65 persen kabupaten dan kota berisiko tinggi terkena bencana dan 173 atau 35 persen kabupaten dan kota berisiko sedang. Pemetaan risiko bencana tersebut dilihat dari 13 jenis bencana yang ada di Indonesia.

“BNPB telah menyelesaikan peta risiko bencana nasional. Semua provinsi telah dipetakan,” ungkap Sutopo di Jakarta kemarin.

Menurut dia,ke-13 bencana yang masuk dalam pemetaan itu antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung api,puting beliung,kekeringan, banjir, tanah longsor, gelombang pasang,kebakaran lahan dan hutan, epidemi dan wabah penyakit, gagal teknologi, kebakaran gedung dan permukiman, dan konflik sosial. Bencana tersebut dijadikan acuan peta risiko bencana yang di dalamnya memuat peta bahaya, peta kerentanan, dan peta kapasitas.

“Berdasarkan peta risiko,tidak ada kabupaten dan kota yang berisiko rendah,”paparnya.

Karena itu,pemerintah daerah diminta memberikan prioritas bagi pembangunan penanggulangan bencana, salah satunya dengan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, BNPB menyayangkan sejumlah daerah yang hingga kini belum membentuk BPBD.

“Meski ancaman bencana sangat nyata, masih terdapat 138 kabupaten dan kota yang belum membentuk BPBD. Kalau pun sudah, BPBD yang ada tidak didukung dengan peralatan dan SDM yang memadai,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR Mahrus Munir mengatakan, pihaknya sudah kerap mengimbau kepada pemerintah daerah agar membentuk BPBD.

Pasalnya, badan ini memiliki peran penting untuk menghadapi ancaman bencana di daerah. Namun, sampai saat ini masih banyak kabupaten dan kota yang enggan membentuk BPBD dengan alasan merasa terbebani masalah anggaran. Menurut dia, BPBD merupakan ujung tombak dalam menghadapi bencana,sehingga keberadaannya sangatlah dibutuhkan.(azh)
()
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
13 menit yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
2 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
3 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
3 jam yang lalu
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
3 jam yang lalu
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved