Warga Tanah Merah dijadikan komoditas politik

Rabu, 08 Februari 2012 - 15:21 WIB
Warga Tanah Merah dijadikan...
Warga Tanah Merah dijadikan komoditas politik
A A A
Sindonews.com - Ribuan warga Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara, hingga kini masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kendati sudah menetap selama puluhan, warga Tanah Merah itu tidak pernah diakui oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan tegas menolak mengeluarkan KTP elektronik (e-KTP) yang menjadi program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ini, kontan menimbulkan kemarahan warga Tanah Merah.

Aksi unjuk rasa di depan Gedung Kemendagri oleh warga Tanah Merah pun dilakukan. Namun sayang, aksi menduduki Kemendagri selama puluhan hari itu justru berbuah pembubaran paksa oleh aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi, petugas pemadam kebakaran dan keamanan gedung Kemendagri.

Meski tidak pernah terdaftar dalam catatan kependudukan, warga Tanah Merah tetap bisa memberikan hak politiknya. Hal yang sangat aneh di republik ini. Bagaimana mungkin, warga yang tidak memiliki KTP dan tidak diakui pemerintah bisa memberikan hak suaranya?

Aris, salah seorang warga Tanah Merah mengaku, dalam setiap Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pemilukada) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres), warga selalu terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap. Warga Tanah Merah selalu dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

"Kita terdaftar sebagai sebagai pemilih dari RT 00 RW 00, Rawa Badak, Jakarta Utara. Memang ada ya RT 00 RW 00? Ya di Tanah Merah ini adanya," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (8/2/2012).

Tidak berhenti sampai di situ, selain identitas yang direkayasa, jumlah pemilih yang terdaftar di wilayah tersebut pun digelembungkan. "Warga Kita yang punya hak pilih itu sekitar 1.400 orang, tapi didaftarnya itu ada lebih dari 5.000 suara, tapi kok anehnya bisa sah," sambung Didin, yang juga warga Tanah Merah.

Ketika ditanya tentang pihak yang disebut memanfaatkan suara mereka untuk kepentingan politik, keduanya hanya menjawab singkat. "Ya pemimpin-pemimpin yang sekarang itu," tutupnya. (san)
()
Berita Terkini
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
1 jam yang lalu
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
10 jam yang lalu
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
11 jam yang lalu
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
12 jam yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
13 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved