Tenda warga Tanah Merah dibongkar Satpol PP
Selasa, 07 Februari 2012 - 14:33 WIB
Tenda warga Tanah Merah dibongkar Satpol PP
A
A
A
Sindonews.com - Petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi, pemadam kebakaran dan keamanan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membongkar paksa tenda warga Tanah Merah yang sudah terpasang selama 22 hari.
"Kita diperlakukan kayak binatang, disemprot sama pemadam kebakaran, barang-barang kami diangkut Satpol PP. Kami juga dikeroyok polisi," ujar Arum, salah satu warga Tanah Merah yang terlibat bentrokan dengan petugas tadi pagi, sekira pukul 10.00 WIB, Selasa (7/2/2012).
Dirinya merasakan kekecewaan yang berat akibat ulah elit pemerintahan yang hanya memanfaatkan mereka saja. "Kami bayar pajak dan mengikuti peraturan. Tapi â€
Dari pengakuan wanita paruh baya ini, warga Tanah Merah selalu berpartisipasi dalam kegiatan pemilihan umum dimana mereka terdaftar sebagai warga RT 00 RW 00 kelurahan Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara.
Dengan kejadian ini, warga semakin geram dan memilih untuk tidak lagi berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemilihan umum baik di tingkat daerah maupun nasional. "Dulu boleh lah kita masih bodoh, tapi sekarang kita sudah mengerti dan sadar kalau kita cuma dimanfaatin," lantangnya geram. (san)
"Kita diperlakukan kayak binatang, disemprot sama pemadam kebakaran, barang-barang kami diangkut Satpol PP. Kami juga dikeroyok polisi," ujar Arum, salah satu warga Tanah Merah yang terlibat bentrokan dengan petugas tadi pagi, sekira pukul 10.00 WIB, Selasa (7/2/2012).
Dirinya merasakan kekecewaan yang berat akibat ulah elit pemerintahan yang hanya memanfaatkan mereka saja. "Kami bayar pajak dan mengikuti peraturan. Tapi â€
Dari pengakuan wanita paruh baya ini, warga Tanah Merah selalu berpartisipasi dalam kegiatan pemilihan umum dimana mereka terdaftar sebagai warga RT 00 RW 00 kelurahan Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara.
Dengan kejadian ini, warga semakin geram dan memilih untuk tidak lagi berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemilihan umum baik di tingkat daerah maupun nasional. "Dulu boleh lah kita masih bodoh, tapi sekarang kita sudah mengerti dan sadar kalau kita cuma dimanfaatin," lantangnya geram. (san)
()