Polda Jabar siap kawal aksi buruh Bekasi
Jum'at, 27 Januari 2012 - 14:02 WIB
Polda Jabar siap kawal aksi buruh Bekasi
A
A
A
Sindonews.com - Hingga siang ini ribuan buruh di kota Bekaksi masih memblokade jalan dalam aksinya menolak putusan PTUN Bandung yang memenangkan gugatan Apindo soal UMR. Berdasarkan pantauan Sindonews, sebagian buruh sudah memblokade pintu keluar tol Cikarang Barat
Kepala Humas Polda Jabar AKBP Martinus Sitompul mengatakan kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat siap menerjunkan pengamanan untuk mengawal unjuk rasa buruh di Bekasi, Jawa Barat.
"Jika Polda Jabar dimintai tambahan personel, kami siap membantu," katanya kepada Sindonews via telepon, Jumat (27/1/2012).
Martinus menjelaskan, Kabupaten/Kota Bekasi berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Namun terkait pengamanan buruh, Polda Jabar berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. "Kita mengawal jika mereka (buruh) kalau ke Bandung," ujarnya.
Dia menyebutkan, sebelumnya para buruh dari Bekasi melakukan unjuk rasa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Mereka menolak gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terhadap SK Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1558-Bangsos/2011 tentang penetapan UMK Kabupaten Bekasi.
"Misalnya kemarin saja saat buruh ke PTUN Bandung, kita mengawalnya," lanjut Martin.
Kini, aksi unjuk rasa meluas di Bekasi. Dikabarkan, buruh memblokir Tol Bekasi.
Selain menutup akses pintu tol, buruh juga sempat melakukan sweeping terhadap pabrik-pabrik untuk mengajak para karyawan yang masih bekerja ikut berunjuk rasa. Sempat terjadi keributan antara buruh yang melakukan sweeping dengan satpam pabrik lantaran pintu gerbang tidak dibuka.
Sebelumnya, ribuan buruh yang berasal dari gerakan Serikat Buruh Independen Bekasi melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan di jantung kawasan industri Lippo Cikarang. Aksi ini dilakukan sebagai aksi solidaritas buruh yang hingga kini belum ada kejelasan terkait kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) yang belum disetujui pihak Apindo. (wbs)
Kepala Humas Polda Jabar AKBP Martinus Sitompul mengatakan kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat siap menerjunkan pengamanan untuk mengawal unjuk rasa buruh di Bekasi, Jawa Barat.
"Jika Polda Jabar dimintai tambahan personel, kami siap membantu," katanya kepada Sindonews via telepon, Jumat (27/1/2012).
Martinus menjelaskan, Kabupaten/Kota Bekasi berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Namun terkait pengamanan buruh, Polda Jabar berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. "Kita mengawal jika mereka (buruh) kalau ke Bandung," ujarnya.
Dia menyebutkan, sebelumnya para buruh dari Bekasi melakukan unjuk rasa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Mereka menolak gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terhadap SK Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1558-Bangsos/2011 tentang penetapan UMK Kabupaten Bekasi.
"Misalnya kemarin saja saat buruh ke PTUN Bandung, kita mengawalnya," lanjut Martin.
Kini, aksi unjuk rasa meluas di Bekasi. Dikabarkan, buruh memblokir Tol Bekasi.
Selain menutup akses pintu tol, buruh juga sempat melakukan sweeping terhadap pabrik-pabrik untuk mengajak para karyawan yang masih bekerja ikut berunjuk rasa. Sempat terjadi keributan antara buruh yang melakukan sweeping dengan satpam pabrik lantaran pintu gerbang tidak dibuka.
Sebelumnya, ribuan buruh yang berasal dari gerakan Serikat Buruh Independen Bekasi melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan di jantung kawasan industri Lippo Cikarang. Aksi ini dilakukan sebagai aksi solidaritas buruh yang hingga kini belum ada kejelasan terkait kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) yang belum disetujui pihak Apindo. (wbs)
()