FPDIP: Prijanto mundur sudah tepat
Jum'at, 20 Januari 2012 - 17:00 WIB
FPDIP: Prijanto mundur sudah tepat
A
A
A
Sindonews.com - Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengunduran diri Prijanto dari posisinya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, beberapa kalu sempat tertunda. Penyebabnya, Prijanto selalu berhalangan hadir. Rapat paripurna ini rencananya akan dijadwalkan pada tanggal 25 Januari mendatang.
Meskipun demikian, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) di DPRD DKI Jakarta dapat memhami alasan Prijanto mundur. Anggota DPRD DKI Jakarta dari F-PDIP, William Yani mengaku, pihaknya sudah mendengarkan penjealsan mengenai alasan pengunduran dirinya.
Penjelasan ini diperoleh, ketika pihaknya sempat bertemu dengan Prijanto. "Kalau FPDIP, sikap Prijanto mengundurkan diri kami menerima, karena kalau dipaksakan jalan terus bagaimana tidak ada koordinasi antara gubernur dengan wakil gubernur," ujar Yani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (20/1/2012).
Dia berharap, pengunduran diri Ptijanto tidak mengganggu kinerja Pemprov DKI Jakarta. "Tidak ada masalah walaupun agak mengurangi langkah selanjutnya," tukasnya.
Pada kesempatan itu, dia juga sempat menyinggung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurutnya, kinerja Fauzi Bowo selama menjabat tak ada yang bisa dibanggakan. Maka itu, pihaknya tak mau kembali mendukung pria yang disapa Foke itu dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta Juli mendatang.
"Program fenomenal apa yang dia buat, Banjir Kanal Timur (BKT) dan busway itu Sutiyoso tapi dari dia sendiri hampir tidak ada," ucapnya.
Namun, ketika dikonfirmasi mengenai pilihan PDIP, pihaknya lebih mengutamakan dari kalangan internal. Dia menyebut, kader PDIP yang layak maju yakni Joko Widodo yang saat ini menjabat Wali Kota Solo, anggota DPRD DKI Jakarta Boy Sadikin, Ketua Fraksi PDIP Syahrial dan anggota DPR Ribka Tjiptaning.
"Tapi mungkin saja dari eksternal, tapi pada waktu fit and proper test kami bisa melihatnya," ungkapnya.
Meskipun demikian, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) di DPRD DKI Jakarta dapat memhami alasan Prijanto mundur. Anggota DPRD DKI Jakarta dari F-PDIP, William Yani mengaku, pihaknya sudah mendengarkan penjealsan mengenai alasan pengunduran dirinya.
Penjelasan ini diperoleh, ketika pihaknya sempat bertemu dengan Prijanto. "Kalau FPDIP, sikap Prijanto mengundurkan diri kami menerima, karena kalau dipaksakan jalan terus bagaimana tidak ada koordinasi antara gubernur dengan wakil gubernur," ujar Yani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (20/1/2012).
Dia berharap, pengunduran diri Ptijanto tidak mengganggu kinerja Pemprov DKI Jakarta. "Tidak ada masalah walaupun agak mengurangi langkah selanjutnya," tukasnya.
Pada kesempatan itu, dia juga sempat menyinggung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurutnya, kinerja Fauzi Bowo selama menjabat tak ada yang bisa dibanggakan. Maka itu, pihaknya tak mau kembali mendukung pria yang disapa Foke itu dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta Juli mendatang.
"Program fenomenal apa yang dia buat, Banjir Kanal Timur (BKT) dan busway itu Sutiyoso tapi dari dia sendiri hampir tidak ada," ucapnya.
Namun, ketika dikonfirmasi mengenai pilihan PDIP, pihaknya lebih mengutamakan dari kalangan internal. Dia menyebut, kader PDIP yang layak maju yakni Joko Widodo yang saat ini menjabat Wali Kota Solo, anggota DPRD DKI Jakarta Boy Sadikin, Ketua Fraksi PDIP Syahrial dan anggota DPR Ribka Tjiptaning.
"Tapi mungkin saja dari eksternal, tapi pada waktu fit and proper test kami bisa melihatnya," ungkapnya.
()