20 jam untuk pemisahan kepala kembar siam

Rabu, 11 Januari 2012 - 10:47 WIB
20 jam untuk pemisahan...
20 jam untuk pemisahan kepala kembar siam
A A A
Sindonews.com - Operasi pemisahan kepala bayi kembar siam Dahira dan Syarika di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta diperkirakan akan berlangsung lama. Setidaknya membutuhkan waktu sekira 18 hingga 20 jam.

Operasi yang sudah dilakukan sejak pukul 07.00 WIB tadi pagi, saat ini masih berlangsung.

Direktur Medik dan Keperawatan DR dr A CH Soejono mengakui operasi pemisahan kembar siam anak dari pasangan Siti Maryam (31) dan Edi Utomo (30) itu cukup rumit, karena bagian yang menempel terdapat di kepala.

“Kami tahu kepala adalah bagian vital, jadi langkah awal kita harus memisahkan pembuluh darah yang ada di kepala itu terlebih dahulu, kami harus hati-hati,” kata Soejono di RSCM, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (11/1/2011).

Setelah dioperasi, kepala bayi akan terdapat luka berupa lubang atau dalam bahasa medik disebut defek, sehingga tim dokter masih harus melakukan operasi lanjutan berupa penutupan defek.

Dokter Ahli Bedah Plastik, dr Chaula saat ini tengah mempersiapkan langkah lanjutan pasca operasi. Dia menjelaskan, operasi penutupan defek harus dilakukan dengan cara memotong kulit bagian tubuh lain.

“Jadi memotong kulit itu harus sesuai dengan disain awal, kita akan pikirkan juga bagaimana menutup defek pasca pemisahan dengan baik," tambahnya.

Menurut Chaula, fase pasca operasi juga tak kalah pentingnya, sebab fase tersebut sangat bergantung pada keberhasilan pemisahan kepala bayi.

Di tempat sama, Dokter Ahli Spesialis Anak Dan Konsultan ICU dr Antonius menambahkan, langkah yang diambil timnya pada awalnya adalah stabilisasi kondisi bayi pasca pembedahan.

"Setelah dilakukan pembedahan, masuk ke icu kita lakukan stabilisasi. Pernapasannya kita jaga. Biasanya setelah dilakukan pembedahan, bayi tidak bernafas, maka akan kami support,” jelasnya.

“Bayi kita buat cukup nyaman, karena pasca pembedahan yang cukup besar dan lama ada nyeri dan sebagainya," imbuhnya.

Selain itu, semua organ tubuh lainnya harus dipantau. "Gula darah kita cek, elektrolit dan lain-lain," jelasnya. (lin)
()
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
30 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved