Kasus Sampang, Umat Islam jangan terprovokasi

Selasa, 03 Januari 2012 - 15:27 WIB
Kasus Sampang, Umat...
Kasus Sampang, Umat Islam jangan terprovokasi
A A A
Sindonews.com- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan berkembangnya isu agama seperti yang terjadi di Sampang. Umat Islam terprovokasi dan melakukan pembakaran pesantren Syiah. Padahal, sebenarnya kasus Sampang berakar persoalan keluarga bukan agama.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyesalkan konflik di Sampang dan mengatasnamakan agama. Menurutnya, konflik di Sampang bukan soal Suni-Syiah. Tindakan pembakaran pondok pesantren adalah tindakan yang sangat merugikan Islam.

"PBNU mengecam kekerasan atas nama apapun, oleh siapapun, kepada siapapun,"
tandas KH Said Aqil Siradj kepada wartawan di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2012).

Menurut dia, Islam tidak membenarkan tindakan kekerasan, apalagi berbuat anarkistis. Islam membangun manusia yang beradab, berakhlak, dan bermoral.

"Jangankan sesama Islam dengan nonmuslim pun oleh Alquran diatur agar kita saling
menghormati dan saling toleransi," ungkapnya.

Dia memaparkan, NU didirikan dengan tujuan tri solidaritas. Yakni, ukhuwah islamiah atau persaudaraan antarumat Islam, ukhuwah watoniah atau persaudaraan sesama warga bangsa, dan ukhuwah insaniah atau persaudaraan sesama umat manusia. Sebab itu, konflik Sampang adalah murni masalah keluarga.

"Sesat jika dikaitkan dengan Suni-Syiah, buktinya di daerah lain seperti Jawa
Barat dan Jawa Tengah, tak pernah ada konflik Suni-Syiah. Yang jelas, konflik Sampang adalah persaingan antarsaudara atau keluarga," ucapnya.

Kata Said, jika ada yang mengaitkan ke isu agama sama halnya dengan menyesatkan
umat Islam. untuk itu, kata dia, umat Islam dimbau jangan terprovokasi oleh konflik kepentingan.

"ini konflik persaingan bersifat internal keluarga berebut pengaruh, santri, pesantren, dan wakaf," ungkapnya kesal.

Dia menambahkan, ada provokator dalam konflik di Sampang Karena, konflik di
Sampang adalah konflik keluarga, ia berharap bisa segera selesai.

"Ada pihak lain yang memanfaatkan konflik ini dan mengatasnamakan konflik Suni-
Syiah, apapun alasanya, kita harapkan kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini," kata said.

Upaya PBNU dalam menyelesaikan konflik ini, PBNU sudah meng-agendakan
untuk berdialog dengan warga sampang untuk mencari solusi permasalahan. (wbs)
()
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
28 menit yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
1 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
1 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
7 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
8 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
9 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved