Pesawat delay 12 jam, Garuda siap dievaluasi

Sabtu, 22 Oktober 2011 - 17:45 WIB
Pesawat delay 12 jam,...
Pesawat delay 12 jam, Garuda siap dievaluasi
A A A
Sindonews.com - Setelah sempat delay selama 12 jam, jamaah calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) 25 asal Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya diberangkatkan, sekira pukul 05.35 Wita. Rombongan kloter 25 ini sedianya diberangkatkan pada Jumat 21 Oktober sekira pukul 17.00 Wita.

"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Kami akan melakukan evaluasi agar tidak terulang pada kloter berikutnya termasuk pada saat pemulangan," kata Station Manajer PT Garuda Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Suherman kepada Koran Sindo, Sabtu (22/10/2011).

Suherman menjelaskan, kendati mengalami kendala dalam rotasi pesawat, namun dipastikan tidak akan menggangu jadwal penerbangan kloter berikutnya. Dua pesawat Airbus A330 seri 200 tersebut siap menerbangkan calhaj sesuai jadwal yang telah dibuat sebelumnya, baik di sisa pemberangkatan, maupun saat pemulangan nantinya.

"Kami tidak mengubah scedule untuk kloter berikutnya. Kami sudah berkordinasi dengan pihak Bandara di Batam dan Bandara di Jeddah agar pesawat yang berangkat tadi subuh bisa segera kembali ke Makassar," ujar dia.

Dia mengatakan, pemberangkatan akan dilakukan pukul 09.00 Wita, sesuai dengan jadwal semula. Demikian pula seterusnya, sampai pemulangan yang dijadwalkan dimulai 12 November.

"Setelah kami hitung ulang,scedule-nya tidak mengalami perubahan. Pemberangkatan sampai berakhir 31 Oktober dan pemulangan mulai 12 November tidak berubah. Jeda waktu sebelum pemulangan akan kami lakukan evaluasi," kata Suherman.

Dia menjelaskan, Garuda sudah mengantisipasi segala kemungkinan jika terjadi kendala pesawat yang memberangkatkan 46 kloter calhaj Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar ini.

Menurut dia, jika terjadi masalah krusial pada dua pesawat yang disiapkan untuk embarkasi ini, masih ada pesawat dari embarkasi lainnya yang bisa dialihkan ke Makassar.

Sementara itu, ketidaknyamanan pelayanan PT Garuda ini tidak hanya dirasakan calhaj asal Sultra yang tertahan di Asrama Haji Sudiang Makassar selama 12 jam. Keterlambatan ini juga menuai protes calhaj kloter 23 asal Papua Barat yang tertahan selama 18 jam di Batam, Kamis (20/10).

Pesawat yang transit di Batam ini mengangkut calhaj kloter 23 asal Papua Barat ke Tanah Suci. Namun akibat kendala teknis di Batam tersebut, calhaj asal papua harus tertahan dan berdampak pada penundaan calhaj kloter 25 asal Sultra.

Kepala Seksi Terminal Bandara Internasional Hang Nadim Setyo Utomo menjelaskan, pesawat yang mengangkut kloter 23 dari Makassar tiba di Batam, Kamis (20/10) pukul 10.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, teknisi menyampaikan masalah kekurangan oksigen pada pesawat.

“Sebenarnya pengisiannya sebentar saja karena seperti ganti tabung gas di rumah. Ini modelnya kecil. Hanya saja, barang itu tidak ada di Batam jadi harus didatangkan dari luar. Informasi saat itu, akan ada pengiriman dari Jakarta pukul 15.00 WIB. Makanya ditunggu pengiriman itu,” kata Setyo.

Keterlambatan semakin bertambah, jelas Setyo, karena setelah kru pesawat Thomas Cook itu berkomunikasi dengan manajemennnya, mereka tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan karena harus beristirahat.

“Sudah melebihi batas waktu kerja mereka dan dikhawatirkan kelelahan yang nanti bisa membahayakan penerbangan. Overtime atau booking crew yang melebihi waktu normal akan berdampak kelelahan dan membahayakan keselematan. Apalagi mereka kan ketat soal itu,” jelas Setyo.

Akhirnya, diputuskan istirahat di Batam. Menurut Setyo yang juga sempat mendampingi jemaah, jemaah sempat protes dan tidak menerima kondisi itu. Namun, setelah dijelaskan kalau itu semua demi keselamatan, jemaah asal Papua Barat itu bisa menerima. Selanjutnya mereka diinapkan di Asrama Haji Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Suherman mengatakan, saat itu, Makassar hendak mengirim kru pengganti ke Batam. "Tapi, akan memakan waktu dan proses yang lebih lama. Makanya diputuskan menunggu kru yang ada di Batam saja," kata dia.

Dia mengakui, adanya protes yang dilayangkan calhaj asal Papua Barat, namun demi keselamatan penumpang, penerbangan terpaksa ditunda. "Kami sudah memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah haji. Mereka dibawa ke asrama untuk istirahat," kata dia.
()
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
8 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved