Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona, PKS Minta Tunda Pemilihan Wagub DKI

Sabtu, 04 April 2020 - 10:21 WIB
Perpanjang Masa Tanggap...
Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona, PKS Minta Tunda Pemilihan Wagub DKI
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap kompak menyampaikan harapannya agar proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI pada Senin 6 April 2020 ditunda. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang masa tanggap darurat virus Corona atau Covid-19 hingga 19 April mendatang.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, tidak layak jika anggota DPRD DKI Jakarta yang merupakan wakil rakyat tidak mematuhi masa tanggap darurat Covid-19 atau virus Corona yang diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara masyarakat di tempat lain salat Jumat dicegah, salat jamaah sementara dicegah, pernikahan juga sementara dicegah, kerumunan-kerumunan sementara dicegah karena untuk kepentingan bersama yaitu mengatasi virus Corona ini.

"Kami (PKS) sepakat minta ditunda. Karena Pak Gubernur Anies sudah menetapkan (masa tanggap) darurat Covid-19 itu sampai 19 April," kata Suhaimi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/4/2020). (Baca juga: Imbauan Anies Jadi Alasan Pemilihan Wagub DKI Diundur 6 April )

Suhaimi juga menyayangkan, pelaksanaan penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan kedua kandidat Wakil Gubernur DKI yakni Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria, Jumat 3 April 2020 kemarin.

Dalam kesempatan itu, DPRD DKI mendengar penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan kedua kandidat Wakil Gubernur DKI yakni Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria.

Namun, dia menyayangkan bahwa kegiatan penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan kedua kandidat Wagub DKI itu tidak dapat dilihat oleh masyarakat atau tertutup. (Baca juga: Rapid Test Kedua di Masjid Jami, Petugas Temukan Jamaah Positif )

"Tadi saya mengikuti rapat (penyampaian visi dan misi kedua calon Wagub DKI) dari (aplikasi) zoom, cuma disayangkan ternyata media dan masyarakat luas tidak bisa mengakses," ujarnya.

Padahal, lanjut Suhaimi, penyampaian visi dan misi kedua calon Wagub DKI tersebut tujuannya supaya kedua kandidat Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno lebih dikenal publik.

“Jadi kalau seperti tadi, itu sangat terbatas sekali yang mengetahui siapa yang akan mendampingi Pak Gubernur Anies, bagaimana kualitasnya, itu publik gak bisa mengakses, bahkan media juga gak bisa masuk langsung, itu sangat disayangkan sekali," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Soal PSBB Tahap Kedua,...
Soal PSBB Tahap Kedua, Wagub DKI: Kita Butuh Kesadaran Warga dan Pengusaha
Wagub DKI: Pasar Tradisional...
Wagub DKI: Pasar Tradisional di Jakarta Rawan Penularan Covid-19
Cegah Penyebaran Covid-19,...
Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub DKI Janji Awasi Ketat Pasar Tradisional
Temui Wagub Riza Patria,...
Temui Wagub Riza Patria, Sapma PP DKI Siap Bantu Pemprov Lawan Covid-19
Wagub DKI Riza Berharap...
Wagub DKI Riza Berharap Kehadirannya Bisa Bantu Anies Tangani Covid-19
Wagub DKI: Pandemi Covid-19...
Wagub DKI: Pandemi Covid-19 di Jakarta Sangat Berbahaya
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
3 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
3 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
4 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
4 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved