Putri Zulhas Sarankan Ini Sebelum Jakarta Lakukan Karantina Wilayah
Senin, 30 Maret 2020 - 13:29 WIB
Putri Zulhas Sarankan Ini Sebelum Jakarta Lakukan Karantina Wilayah
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani yang juga putri Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai karantina wilayah cocok untuk mencegah penyebaran Covid-19 .
"Hal ini menurut saya wajar-wajar saja, kita berkaca pada negara-negara yang sudah menerapkan terlebih dahulu, dan itu efektif. Tapi ada hal yang lebih penting untuk kita perhatikan bersama dan lakukan diawal sebelum opsi karantina dilakukan. Siapkan dan pastikan pasukan tempur kita terlebih dahulu, dalam hal ini dokter dan perawat," kata Zita kepada wartawan, Senin (30/3/2020).
Zita menuturkan, Pemerintah harus menjamin ketersediaan rumah sakit (RS), lab, dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) lengkap yang sesuai standar bagi para tenaga medis."Bagaimana pasukan mau perang kalau tidak dibekali senjata yang bagus, bisa tewas pasukan sebelum mulai perang," tegasnya.( Baca: Jika Jakarta Lockdown, Ini yang Harus Disiapkan Pemerintah )
Kemudian sediakan data yang pasti, DKI harus punya data yang update dan canggih yang mampu mendeteksi siapa warganya yang sudah positif, PDP, ODP dan sebagainya.
"Lakukan ribuan test hariannya, seperti Korsel, Singapura & China. Itu semua bisa kita lakukan dengan test yang berkualitas atau swab test dan berlakukan itu dimanapun. Agar pemerintah tidak sulit lagi mencari sana sini siapa yang terjangkit, dan tidak hanya menduga-duga saja," tambahnya.
Selain itu, yang terpenting juga, cek stok pangan. "Saya sudah sampaikan berkali-kali. Pastikan stok pangan kita bertahan karantina dan pascakarantina. Itu sangat penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat. Jangan sampai kita membatasi ruang geraknya tapi tidak dibekali dengan sandang pangan, itu sama saja dibunuh perlahan warganya, bahaya," jelasnya.
Zita mempersilakan pemerintah mengkaji opsi karantina wilayah ini, apakah baik atau tidak diterapkan di DKI. "Yang jelas kesiapannya harus ada. Warga Insya Allah sudah siap dengan opsi apapun, termasuk pembatasan wilayah, tinggal pemerintah saja yang harus mulai menyiapkan persiapannya," ucapnya.
"Hal ini menurut saya wajar-wajar saja, kita berkaca pada negara-negara yang sudah menerapkan terlebih dahulu, dan itu efektif. Tapi ada hal yang lebih penting untuk kita perhatikan bersama dan lakukan diawal sebelum opsi karantina dilakukan. Siapkan dan pastikan pasukan tempur kita terlebih dahulu, dalam hal ini dokter dan perawat," kata Zita kepada wartawan, Senin (30/3/2020).
Zita menuturkan, Pemerintah harus menjamin ketersediaan rumah sakit (RS), lab, dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) lengkap yang sesuai standar bagi para tenaga medis."Bagaimana pasukan mau perang kalau tidak dibekali senjata yang bagus, bisa tewas pasukan sebelum mulai perang," tegasnya.( Baca: Jika Jakarta Lockdown, Ini yang Harus Disiapkan Pemerintah )
Kemudian sediakan data yang pasti, DKI harus punya data yang update dan canggih yang mampu mendeteksi siapa warganya yang sudah positif, PDP, ODP dan sebagainya.
"Lakukan ribuan test hariannya, seperti Korsel, Singapura & China. Itu semua bisa kita lakukan dengan test yang berkualitas atau swab test dan berlakukan itu dimanapun. Agar pemerintah tidak sulit lagi mencari sana sini siapa yang terjangkit, dan tidak hanya menduga-duga saja," tambahnya.
Selain itu, yang terpenting juga, cek stok pangan. "Saya sudah sampaikan berkali-kali. Pastikan stok pangan kita bertahan karantina dan pascakarantina. Itu sangat penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat. Jangan sampai kita membatasi ruang geraknya tapi tidak dibekali dengan sandang pangan, itu sama saja dibunuh perlahan warganya, bahaya," jelasnya.
Zita mempersilakan pemerintah mengkaji opsi karantina wilayah ini, apakah baik atau tidak diterapkan di DKI. "Yang jelas kesiapannya harus ada. Warga Insya Allah sudah siap dengan opsi apapun, termasuk pembatasan wilayah, tinggal pemerintah saja yang harus mulai menyiapkan persiapannya," ucapnya.
(whb)