Kisah Perlawanan Raja Haji Fisabilillah terhadap Belanda

Minggu, 29 Maret 2020 - 05:00 WIB
Kisah Perlawanan Raja...
Kisah Perlawanan Raja Haji Fisabilillah terhadap Belanda
A A A
Raja Haji Fisabilillah lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau, 1725 dan meninggal di Kampung Ketapang, Melaka, Malaysia, 18 Juni 1784. Ia adalah adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Jasadnya dimakamkan di Pulau Penyengat Inderasakti, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Raja Haji Fisabililah merupakan adik dari Sultan Selangor pertama, Sultan Salehuddin dan paman sultan Selangor kedua, Sultan Ibrahim. Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, salah satu masjid yang ada di Selangor, Malaysia, yaitu kota Cyberjaya dinamakan Masjid Raja Haji Fisabililah

Perjuangan Raja Haji Fisabilillah melawan Pemerintah Hindia Belanda dimulai sejak Belanda berkeinginan untuk bekerjasama dengan Kerajaan Riau-Lingga. Pada 1782, kedua pihak bertemu dan menghasilkan beberapa poin kerjasama. Salah satunya membagi dua hasil rampasan bila kapal asing memasuki daerah kekuasaan Riau–Belanda.

Suatu waktu, kapal Inggris masuk ke dalam kawasan Pulau Penyengat. Kemudian kapal dari Kerajaan Riau memberhentikan kapal tersebut serta mengambil barang-barang dari kapal tersebut.

Sesuai isi perjanjian kerjasama dengan Belanda, hasil rampasan kapal musuh dibagi menjadi dua. Peristiwa ini disampaikan kepada pihak Belanda di Malaka. Kemudian Raja Haji Fisabililah sengaja memberikan semua hasil rampasannya. Dia ingin mengetahui sikap Belanda. Namun, sekian lama menunggu Belanda tidak juga memberikan kabar.

Sikap ini membuat Raja Haji Fisabilillah menghentikan perjanjian kerjasama dengan Belanda yang mulai banyak bohongnya. Dia mengetahui dampak yang terjadi apabila menghentikan kerjasama. Oleh karena itu, ia segera mendirikan banteng pertahanan, kapal perang serta Gudang mesiu–peluru senjata api.

Prediksi Raja Haji Fisabilillah benar. Belanda datang menyerang dan pertempuran terjadi. Merasa tersudut, pihak Belanda meminta untuk menghentikan perang dan menawarkan perundingan. Raja Haji Fisabilillah menerima tawaran tersebut dengan syarat kapal perang Belanda tidak boleh memasuki kawasan Pulau Penyengat. Raja Haji menjemput pihak Belanda di luar perbatasan.

Ketika hendak menjemput Belanda, pihak Belanda menyerang kembali. Pertempuran terjadi di antara jalur laut menuju Pulau Penyengat ke Tanjung Pinang. Tiba-tiba air laut surut. Kapal tak dapat bergerak. Apalagi kedua pihak menghentikan tembak-menembak.

Sewaktu diperiksa kapal Belanda kehabisan mesiu. Penyimpanan mesiu hanya ada di Pulau Penyengat. Tentara Belanda menuju Pulau Penyengat. Ketika sampai, warga dibunuh oleh Tentara Belanda.

Kekacauan itu membuat Raja Haji Fisabillilah segera menuju Pulau Penyengat. Raja Haji Fisabilillah menyamar sebagai pendayung. Tapi, para pendayung ketakutan waktu itu. Tembakan peluru dari Belanda menuju berbagai arah. Mereka tidak berani melihat ke depan. Keseimbangan kapal goyah. Dalam kondisi itu, Raja Haji Fisabilillah berupaya menjaga keberanian para pendayung.

Begitu sampai di Pantai, Raja Haji Fisabillilah menembak kapal Belanda tepat di mesin kapal dan berhasil meledakannya.

Pada 1784, Raja Haji berkeinginan untuk menyerang Belanda di Malaka. Sultan Mahmud Sah keponakan beliau melarang kepergian Raja Haji. Dia mendapat firasat buruk mengenai kepergiannya. Ketakutan Sultan Mahmud Sah benar, Raja haji dan tentaranya kalah berperang oleh Belanda di Malaka. Kisah tersebut yang menjadikan Raja Haji Fisabillillah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1997.
Sumber:wikipediadidaktikaunj.diolah dari berbagai sumber
(nag)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
2 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
3 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
3 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
5 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
6 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
8 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved